Effendi Gazali: Tiga Pernyataan Panglima TNI Jelas Isu Pilpres 2019

Pengamat Komunikasi Politik asal Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat Effendi Gazali (Istimewa/metronews.com)

Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dinilai banyak pihak tengah pasang kuda-kuda menuju arena Pemilu 2019, tepatnya ajang pemilu presiden-wakil presiden (pilpres). Penilaian ini mengacu pernyataannya beberapa pekan terakhir.

Beberapa statement Gatot dimaksud tidak hanya menjadi buah bibir masyarakat, namun pun menyedot perhatian kalangan politikus. Silang pendapat muncul di antara politikus, kalangan pengamat politik, bahkan elit pemerintahan.

“Isu yang disampaikan oleh Panglima TNI itu umumnya isu besar yang pasti beredar di Pilpres 2019,” kata Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Effendi Gazali. Dia mengemukakan pandangan atas pertanyaan pers di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis, 5 Oktober 2017.

Setidaknya, menurut Effendi, terdapat empat isu besar yang dilempar Jenderal Gatot. Pertama, statement tidak ada tokoh umat Islam yang berencana dan telah melakukan makar. Kasusnya disebut publik sebagai kriminalisasi ulama. Dalam hal ini, tandas Effendi, Panglima TNI berbeda pandangan dengan Kepala Polri.

Kedua, seputar isu pembacaan puisi ‘Tapi Bukan Kami Punya’ yang berisi tentang kesenjangan ekonomi. Hal ini dikaitkan dengan marak investasi asal China masuk ke Indonesia. “Isu ketiga adalah wajib nonton film G30S PKI. Dasarnya karena PKI masih bahaya laten dan mulai bangkit,” Effendi menjelaskan.

[Baca juga: Rakernas PAN Putuskan Capres 2019, Zulkifli: Layani Rakyat Dulu]

Ditambahkan, isu pembelian 5.000 senjata ilegal oleh institusi di luar TNI. Khusus yang terakhir ini, Effendi menilai Gatot tidak dalam kerangka memainkan isu politik. Pernyataan satu ini murni kewenangannya sebagai Panglima TNI.

“Hanya sebaiknya hal itu disampaikan di ruang terbatas. Tidak kepada publik secara langsung,” tandas dosen Universitas Indonesia.

Meski ketiga pernyataan awal di atas bernuansa politik, Effendi tidak bersedia menegaskan Gatot benar-benar telah bermanuver politik praktis.  

“Saya tidak mengatakan dia (Jenderal Gatot) pemain politik praktis atau tidak. Biar publik yang menilai. Saya cuma mengatakan tiga isu yang dia pakai itu adalah isu Pilpres 2019, yang paling strategis dikembangkan. Apakah ini merupakan politik praktis atau bukan, kita lihat saja nanti,” papar Effendi Gazali. []Madi Cakra


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here