Oktober, Hanura Keluarkan Nama Pasangan Calon Gubernur Jabar

Ilustrasi: Pelantikan pengurus baru DPD Partai Hanura Jawa Barat di Tegalega, Kota Bandung, Sabtu, 7 Oktober 2017 (Herry Febrianto/PemiluUpdate.com)

Jakarta – Partai Hanura hingga kini belum memastikan jagoan yang bakal diusung atau didukungnya pada Pemilu Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018. DPD Partai Hanura Jawa Barat diharap mengirim rekomendasi calon gubernur dan wakil gubernurnya pada Oktober ini, lalu segera diproses DPP.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Hanura Sarifuddin Sudding menyatakan hal tersebut ketika ditanya pers di Kantor KPU RI, Jakarta, Kamis, 12 Oktober 2017. Dia berada di KPU dalam rangka memimpin pendaftaran Hanura sebagai calon peserta Pemilu 2019.

Beberapa figur yang ramai disebut-sebut sebagai calon kuat gubernur Jawa Barat (Jabar). Di antaranya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wakil Gubernur Jawa Barat, dan Bupati Purwakarta Dedi Muyadi. Beberapa survei juga mencatat dai kondang Abdullah Gymnastiar, yang popularitas dan elektabilitas cukup bersaing dengan ketiga calon sebelumnya.

“Semua calon membangun komunikasi. Siapa yang akan diusung Hanura? Kami menunggu proses yang saat ini dilakukan di tingkat daerah,” kata Sarifuddin.

Anggota Komisi III DPR RI ini menjelaskan rekomendasi final Hanura berangkat dari usulan dari level bawah hingga akhirnya ke tingkat DPP. Mekanisme penentuan calon kepala daerah yang diterapkan parpol besutan Wiranto ini memakai sistem bottom up. DPP tidak mengambil keputusan serta-merta tanpa usulan dari elemen bawah partai.

Dalam proses setiap tahapan, lanjut Sarifuddin lagi, Hanura memperhitungkan faktor elektabilitas dan popularitas para calon.

[Baca juga: Koalisi PDIP-Golkar-Hanura pada Pilgub Jawa Barat Hampir Fiks]

Ditambahkan, karena Hanura harus menjalin koalisi untuk mengusung atau mendukung pasangan calon maka komunikasi dilakukan dengan kandidat dan parpol lain. Komunikasi lintas parpol mau tidak mau harus dilakukan sebelum keputusan akhir diambil.

“Saya kira belum ada partai politik dengan koalisinya yang telah memutuskan calon gubernur Jabar. Jadi masih cair banget. Pertemuan sangat intens dilakukan, baik tingkat kesekjenan maupun ketum (ketua umum) partai,” paparnya.

Mengenai kabar poros Hanura, PDIP, dan Golkar pada Pilkada Jawa Barat 2018, Sarifuddin enggan berkomentar banyak. “Saya nggak tahu. Semua partai mempunyai ruang untuk berkoalisi,” ujar Sarifuddin, menghindar.

Meski begitu, Sarifuddin mengatakan proses penggodokan di tingkat daerah dengan melibatkan lintas parpol dan para kandidat sudah mulai mengerucut. Tak lama lagi keputusan final dikeluarkan.

Ketua DPC Partai Hanura Kota Sukabumi Bayu Waluya (Foto: Herry Febrianto – GOOD INDONESIA)


Tiket Langsung Oso

Di Kota Sukabumi, Jawa Barat, Bayu Waluya, ketua DPC Partai Hanura setempat, mengungkapkan dirinya mendapat perintah Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) agar mencalonkan diri pada pilkada 2018. Tak hanya berupa tiket pencalonan, Bayu mengaku dirinya juga dijanjikan biaya pemenangan.

“Hasil rakor (rapat koordinasi) di DPP beberapa waktu lalu yang dihadiri 27 ketua DPC se-Jawa Barat, saya diperintahkan Ketua Umum maju menjadi calon wakil wali kota,” ujar Bayu kepada GOOD INDONESIA di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Kamis, 12 Oktober 2017.

Atas kepercayaan dan support atasannya itu, Bayu mengapresiasinya. Sebagai kader, katanya, ia siap melaksanakannya.

Pada Pemilu Wali Kota (Pilwalkot) Sukabumi 2018, DPC Partai Gerindra dan DPC Partai Hanura telah menjalin kesepakatan menghadapi kontestasi demokrasi lima tahunan. Atas perintah yang belakangan diterima tersebut, Bayu menegaskan tidak memengaruhi kesepakatan pihaknya dengan Gerindra.

Salah satu butir kesepatan tersebut yakni mengajukan Ketua DPP Partai Gerindra Dedi R. Wijaya sebagai calon wali kota/wakil wali kota. Pekan lalu, Dedi juga menjabat ketua DPC Partai Gerindra Kota Sukabumi.

“Dengan Gerindra terus berjalan. Apakah dalam perjalanan berubah pasangan calon? Apakah saya dengan Dedi atau yang lain? Yang jelas komunikasi dengan Dedi terus dilakukan,” ungkap Bayu.

Diutarakan pula, dirinya pada Jumat besok, 13 Oktober 2017, akan berkoordinasi langsung ke DPP Partai Hanura untuk mempertegas perintah Ketua Umumnya. “Intinya saya sebagai petugas partai siap, apapun yang ditugaskan Ketum (Ketua Umum),” pungkasnya. []Madi Cakra/Herry Febrianto


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here