Surat Tugas Andri Dipersoalkan, Iwan Sulandjana: Tidak ada Permainkan

Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz (kiri), mantan Ketua DPD Partai Golkar Andri Setiawan Hamami (tengah), dan Ketua DPD Partai Demokrat Iwan R. Sulandjana saat mengikuti kegiatan jalan santai di Kota Sukabumi, Minggu, 1 Oktober 2017 (Herry Febrianto/PemiluUpdate.com)

Kota Sukabumi – Keputusan DPP Partai Demokrat mengeluarkan surat tugas kepada calon wakil wali kota sukabumi Andri Setiawan Hamami, memantik reaksi keras dari pendukung Achmad Fahmi calon wali kota usungan Partai Keadilan Sejahtera.

Relawan Sukabumi Mendukung Achmad Fahami (Resmi) menilai, partai berlambang mercys yang di nahkodai Susilo Bambang Yudhoyono terkesan tidak serius untuk berkoalisi dengan partai besutan Sohibul Iman di Pilkada 2018 mendatang.

“Bukan protes, tetapi sebagai bentuk keseriusan harusnya Demokrat keluarkan surat keputusan (SK), bukannya surat tugas,” ujar Koordinator Resmi, Rudi Suharya kepada PemiluUpdate.com, Sabtu, 21 Oktober 2017.

Menurutnya, jika memang Demokrat tidak serius berkoalisi dengan PKS lebih baik Achmad Fahmi mencari calon lain yang sudah jelas mendapat SK karena waktunya sudah sempit.

“Iya, kalau bisa mendingan sama (calon) yang sudah jelas mendapat SK dari partai masing-masing. Intinya harus cepat Pak Andri mendapatkan SK,” jelas Rudi atau yang akrab di sapa Mang Endo.

Andri Setiawan Hamami memang harus bersabar untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) pencalonan wakil wali kota dari DPP Partai Demokrat di Pilkada Kota Sukabumi 2018 mendatang. Pasalnya, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru mengeluarkan surat tugas nomor 32/INT/DPP.PD/-/2017 ditandatangani Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan.

Isi surat tugas tersebut antara lain menugaskan Achmad Fahmi dan Andri Setiawan Hamami (Faham), masing-masing selaku calon wali kota dan wakil wali kota Sukabumi, untuk segera melaksanakan komunikasi politik kepada partai-partai politik sahabat agar segera terpenuhi persyaratan dukungan minimal 20%. Poin lainnya, menginstruksikan Faham untuk segera melaporkan hasil survei terbaru dan koalisi partai politik kepada DPP Partai Demokrat dengan batas waktu yang telah ditentukan.

Secara terpisah, Andri Setiawan Hamami saat di konfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan jika surat tugas tersebut ibarat SK pertama dan memang sudah menjadi mekanisme Partai Demokrat.

“Jangankan saya, Pak Marwan Hamami (Bupati Sukabumi) waktu berpasangan dengan Pak Adjo dari Demokrat juga sama mendapat surat tugas terlebih dahulu baru SK pasangan calon,” katanya.

Andri menambahkan, Demokrat sudah setuju dengan pasangan ‘Faham’ dan tinggal mengisi form Model B 1 KWK Parpol sebagai syarat persetujuan pasangan calon di Pilkada 2018.

“Setelah form itu diisi, baru kita daftar ke KPU. Sekitar awal November terbit dan ditandatangani Pak SBY, intinya DPP sudah setuju paket Faham,” pungkasnya.


Demokrat Sudah ‘FAHAM’

Reaksi keras relawan ‘Resmi’ ditanggapi langsung Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan R Sulandjana, melalui WhatsApp dirinya menegaskan jika Achmad Fahmi, Mohamad Muraz, DPD Partai Demokrat Jawa Barat dan Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat sudah sepakat mengusung Achmad Fahmi-Andri Setiawan Hamami (FAHAM) sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota.

“SK rekomendasi untuk mereka masih menunggu giliran paparan resmi saya selaku Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, kepada Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono dan DPP dalam waktu dekat ini,” katanya.

Iwan menegaskan, selama menunggu waktu tersebut dikeluarkan surat tugas agar pasangan calon bisa bergerak untuk meyakinkan stakeholder agar mendukung penuh FAHAM.

“Jadi tidak ada unsur mempermainkan paslon yang sudah disepakati bersama. Karena sekarang yang melakukan paparan ke Ketum ada 171 pilkada kabupaten kota dan 17 propinsi, jadi ngantos (menunggu) gilirannya panjang,” pungkasnya.
[]Herry Febrianto


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here