Sinyal Hanafie-Bayu Gandengan Tangan di Pilwalkot Sukabumi Menguat

Ketua DPC Partai Hanura Kota Sukabumi Bayu Waluya merespon positif ajakan bertemu Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Hanafie Zain. Sinyal akan bergandengan tangan di Pilkada 2018 semakin menguat. (Herry Febrianto/PemiluUpdate.com)

Kota Sukabumi – Kesiapan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Hanafie Zein untuk membuka ruang komunikasi direspons positif Ketua DPC Partai Hanura Kota Sukabumi Bayu Waluya. Bak gayung bersambut, Bayu menyatakan siap bertemu dengan calon wali kota usungan PDIP dan PKB tersebut.

“Ketua (Bayu) merespon baik apa yang disampaikan Pak Hanafie Zain. Beliau siap ketemu di manapun dan kapanpun,” jelas Ketua Tim Pilkada DPC Partai Hanura Kota Sukabumi, Gun Gun melalui pesan singkat Whatsapp yang dikirim ke PemiluUpdate.com, Selasa, 24 Oktober 2017.

Tidak ingin membuang peluang emas, Gun Gun menegaskan, jika Bayu secepatnya akan melakukan komunikasi dengan Hanafie meski belum tahu kapan dan di mana.

“Yang jelas secepatnya Kang Bayu akan melakukan komunikasi dengan Hanafie,” katanya.

Dirinya tidak menampik, komunikasi yang intens antara Bayu dan Hanafie membuka ruang keduanya untuk bersama bergandengan maju di Pilkada Kota Sukabumi 2018 sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota.

“Kemungkinan untuk bergandengan di Pilkada bisa saja, karena selama ini dengan PDIP sudah terjalin komunikasi yang baik bersama Hanura,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Hanafie Zain, menyatakan kesiapannya membuka ruang komunikasi dengan Ketua DPC Partai Hanura Bayu Waluya di Pilkada 2018. Calon wali kota usungan PDI Perjuangan tersebut menilai, sudah saatnya masing-masing kandidat kepala daerah melakukan komunikasi sekaligus penjajakan yang lebih intens.

“Boleh, mau (Bayu) dengan saya atau partai silakan. Gak apa-apa, kapan saja saya siap mau ketemu di kantor dan di manapun juga tidak ada masalah,” ujar Hanafie kepada PemiluUpdate.com di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Senin, 23 Oktober 2018.

Posisi hari ini, jelas Hanafie, menuntut semua kandidat untuk saling membangun komunikasi. Sehingga tidak ada lagi istilah saling jaim (gengsi), karena yang dicari sekarang bagaimana bisa berkoalisi dan menentukan pasangan calon wali kota serta wakil wali kota untuk memenangkan pertandingan.

“Semua partai dan calon memiliki peran serta posisi tawar yang tinggi. Intinya, kalau komunikasi antara parpol sudah terbangun, kita sebagai pengantin siap dan tinggal hajar saja,” pungkasnya. []Herry Febrianto


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here