Emil Dimenangkan SMRC saat 70 Persen Pemilih Belum Kenal Cagub Jabar

Ilustrasi: Kampanye kepada warga agar antusias menggunakan hak pilihnya (Istimewa/republika.co.id)

Jakarta – Sebanyak 70,5 persen pemilih di Jawa Barat (Jabar) belum bisa menentukan pilihan kandidat gubernurnya secara spontan. Mereka belum mampu menjatuhkan pilihan tanpa diberi daftar nama calon gubernur (cagub) Jawa Barat.

Hal itu menunjukkan sosok-sosok calon yang selama ini digadang-gadang parpol, belum sepenuhnya dikenal pemilih. Dengan kata lain mereka tidak berada urutan teratas pikiran pemilih (top of mind).

Gambaran fakta kondisi pemilih itu ditemukan dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Survei dilaksanakan sepanjang September-Oktober 2017. Hasil survei yang mengkaji kekuatan para kandidat gubernur Jawa Barat tersebut disampaikan kepada pers di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 2 November 2017.

“Kandidat yang masuk top of mind pemilih yakni Ridwan Kamil 16,8 persen. Disusul Deddy Mizwar 3,8 persen, Dedi Mulyadi 2,2 persen, dan Abdullah Gymnastiar 1,5 persen. Nama-nama lain di bawah satu persen,” ungkap Direktur Eksekutif SRMC Djayadi Hanan.

Angka 70,5 persen di atas merujuk beberapa aspek. Pertama, mayoritas pemilih belum mengetahui sepenuhnya kandidat yang sejauh ini dalam proses pencalonan. Kedua, angka-angka seputar popularitas, elektabilitas, dan ujungnya mengenai besaran potensi menang-kalah kandidat jangan ditelat bulat-bulat. Masih terlalu pagi.

Masyarakat pemilih atau pemilik suara pada Pilgub Jawa Barat 2018 tak perlu demikian silau terhadap hasil survei seputar calon gubernur. Terlebih lagi jika lembaga survei dimaksud pada saat bersamaan mengerjakan order dari salah seorang kandidat –tanpa bermaksud meragukan profesionalitas pelaksana riset.

Ketiga, nyata kondisi masih minimnya sosialisasi calon. Hal ini wajar saja sebab hingga kini memang belum satupun sosok yang resmi sebagai calon gubernur. Juga termasuk paket pasangan gubernur-wakil gubernur.


SMRC Menangkan Emil

Pilgub Jabar 2018 diperkirakan akan menjadi pertarungan sengit bagi Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar (Demiz). Ridwan yang kerap disapa Emil atau RK masih memiliki potensi terbesar memenangi pilkada tahun depan.

Kesimpulan SMRC berdasar survei terhadap 820 responden yang ditarik, dengan menggunakan metode multi-stage random sampling di Jawa Barat. Margin of error-nya 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. 

Dari berbagai simulasi pilihan (spontan, semi terbuka, hingga tertutup dua nama), elektabilitas Emil konsisten berada di urutan teratas. Dukungan kepadanya berkisar 16,8-64 persen, tergantung bentuk pertanyaan, jumlah calon, dan komposisi calon yang bersaing. 

[Baca juga: Satu lagi Hasil Survei Simpulkan Ferry Juliantono Berpeluang Kalahkan Ganjar]

Dalam simulasi semi terbuka (responden diberi daftar nama 27 calon untuk dipilih, dan boleh memilih nama lainnya), dukungan pada Emil semakin solid yakni 34,1 persen. Selanjutnya Demiz 15,5 persen, Dede Yusuf Macan Effendi 9,9 persen, Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) enam persen, Dedi Mulyadi 5,6 persen, dan nama-nama lain di bawah empat persen. Yang belum tahu sekitar 11 persen. 

“Sampai saat ini, Deddy Mizwar adalah penantang paling kuat Ridwan Kamil. Di semua simulasi Deddy Mizwar mendapat dukungan berkisar 3,8-59,9 persen. Selisih dukungan Deddy Mizwar dan Ridwan Kamil di semua simulasi berkisar antara 11,3%-19,5%,” ujar Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan. 

Di barisan berikutnya, terdapat tiga nama yang mendapat dukungan cukup besar dan relatif hampir sama. Mereka Dede Yusuf Macan Effendi, Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), dan Dedi Mulyadi. Calon lain dukungan di simulasi semi terbuka masih kecil, di bawah empat persen. 

Selain soal elektabilitas, survei ini juga melacak tingkat keterkenalan dan ketersukaan masing-masing tokoh. Dalam hal keterkenalan (awareness), Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) adalah tokoh yang paling banyak dikenal (95 persen). Selanjutnya Demiz (93 persen).

Sementara Ridwan Kamil baru dikenal 77 persen, masih kalah dikenal dibanding Desi Ratnasari 87 persen dan Dede Yusuf 87 persen. Dedi Mulyadi baru dikenal 50 persen. 

Untuk tingkat ketersukaan (likeability), Emil memperoleh angka tertinggi. Dari 77 persen warga yang mengenalnya, 92 persen di antaranya mengaku menyukainya. Sementara Deddy Mizwar disukai 88 persen dari yang mengenal, demikian pula Abdullah Gymnastiar. Sedangkan Dedi Mulyadi yang baru dikenal 50 persen warga juga memiliki tingkat ketersukaan yang cukup tinggi, sebesar 81 persen. 

Menurut Djayadi, tingkat kesukaan yang tinggi yang antara lain menjelaskan keunggulan elektabilitas Ridwan Kamil.

“Ini berarti Ridwan Kamil memiliki peluang menambah dukungan lebih besar dengan hanya meningkatkan popularitasnya,” tegas Doktor ilmu politik dari lulusan Ohio State University itu.

Hampir di semua kalangan pendukung partai, Ridwan Kamil unggul atas calon gubernur lainnya. Besaran dukungan berkisar antara 27.9% hingga 70%. Hanya di kalangan pendukung Hanura, Ridwan Kamil kalah dari Dedi Mulyadi (28.6% versus 42.9%). 


Pemilih di Jabar Terbanyak

Djayadi pada kesempatan yang sama menyatakan bahwa posisi provinsi ini krusial sebab 18 persen pemilih nasional berada di provinsi ini, terbesar di Indonesia.

“Berkaca pada hasil pilpres tahun 2014, dukungan gubernur kepada calon presiden merupakan faktor penting. Saat itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendukung Prabowo Subianto dan terbukti Prabowo menang di Jawa Barat,” jelas Djayadi. 

Dalam konteks Pilpres 2019, menurutnya, calon gubernur yang terpilih pada Pilkada 2018 dan siapa calon presiden yang ia dukung, akan berpeluang memenangi pilpres di Jawa Barat. []RUT


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here