KPU Minta Ke-10 Parpol Introspeksi Diri atas Ketidakmampuannya

Lanjutan sidang gugatan 10 parpol kepada KPU di Gedung Bawaslu RI di Jakarta, Senin, 6 November 2017 (Madi Cakra/PemiluUpdate.com)

Jakarta – Ketua KPU RI Arief Budiman meminta kepada Bawaslu RI agar memenangkan komisi penyelenggara pemilu atas gugatan 10 parpol. Gugatan parpol yang status pendaftarannya sebagai calon peserta Pemilu 2019 dinyatakan gugur, di mata KPU, sama sekali tidak memiliki dasar kuat.

“Bahwa terlapor menolak seluruh dalil pelapor, sebagaimana termuat dalam laporan, kecuali hal-hal yang diakui secara tegas oleh terlapor dalam uraian jawaban,” ujar Arief melalui jawaban tertulis yang dibacakan Komisioner KPU Hasyim Asy’ari dalam persidangan di Gedung Bawaslu RI, Jakarta, Senin, 6 November 2017.

Menurut Arief, KPU pada prinsipnya telah menyusun Peraturan KPU (PKPU), sesuai Undang-Undang Pemilu. PKPU mengatur, antara lain, cakupan tahapan hingga persyaratan dokumen dan Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) yang harus dipenuhi parpol untuk menjadi kontestan Pemilu 2019.

Tak hanya itu, Arief mengklaim KPU telah melakukan sosialisasi semua tahapan hingga teknis pengisian Sipol kepada petugas parpol. Atas dasar itu, menurutnya, gugatan ke-10 parpol kepada KPU semata-mata akibat ketidakmampuan mereka memenuhi persyaratan.

Atas ketidakmampuan itu, lanjut Arief, KPU dituduh melakukan pelanggaran administrasi yang merugikan 10 parpol baru atau gurem dimaksud. Hampir semua parpol lama, kecuali PBB, diputuskan lolos tahap pendaftarannya. Sementara ada pula parpol baru yang lolos yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

[Baca juga: Yusril: Bukti Otentik Pendaftaran Parpol ‘Hardcopy’, Bukan Data Elektronik Sipol]

“Sesungguhnya kalau ada ketidakmampuan memenuhi ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang, mestinya bukan Undang-Undang atau PKPU yang disalahkan. Perlu introspeksi diri bahwa sebetulnya problemnya di mana,” papar Ketua KPU RI.

Selain menegaskan bahwa KPU mempunyai data dan bukti yang kuat guna mematahkan gugatan ke-10 parpol, Arief menandaskan pihaknya akan membongkarnya pada persidangan berikut.

Dalam sidang hari ini, agendanya murni Majelis Pemeriksa Bawaslu mendengarkan jawaban KPU. Hadir tiga komisioner KPU yakni Hasyim Asy’ari, Evi Novida Ginting, dan Ilham Saputra. []Madi Cakra


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here