PKS Kota Sukabumi ke Demokrat, Khawatir tetapi Memaklumi

Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz (kiri), yang juga ketua DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi, dan Ketua DPD PKS Kota Sukabumi Asep Tajul Mutaqin (Herry Febrianto/Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

Kota Sukabumi – PKS Kota Sukabumi dipaksa harus bersabar oleh mitra koalisinya; Partai Demokrat. Partai berlambang untaian padi diapit dua bulan sabit ini masih menunggu surat keputusan (SK) DPP Partai Demokrat kepada Andri Setiawan Hamami, selaku calon wakil wali kota Pilkada Kota Sukabumi 2018.

DPP PKS sendiri telah sejak lama menyerahkan SK-nya kepada Achmad Fahmi sebagai calon wali kota Sukabumi yang diusungnya. Dia berpasangan dengan Andri.

Fahmi kini masih menjabat Wakil Wali Kota Sukabumi. Sedangkan Andri adalah mantan Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi, yang menjadi kader partai berlambang mercy guna memperoleh tiket masuk bursa kandidat pemilu wali kota (pilwalkot).

Demokrat Kota Sukabumi seolah tak punya kader mumpuni setelah Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz, yang juga ketua DPC Partai Demokrat setempat, memutuskan secara pribadi tak berminat kembali terjun ke arena pilwalkot.

Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PKS Kota Sukabumi Danny Ramdhani menyatakan belum turunnya SK buat Andri menimbulkan kekhawatiran jajaran PKS. Andri baru berbekal surat tugas dari DPP Partai Demokrat.

Meski demikian, sela Danny, PKS sebagai mitra koalisi dapat memaklumi sikap Demokrat sejauh ini. Toh, katanya, masih terdapat waktu beberapa bulan ke depan sebelum masa pendaftaran calon kepala daerah dibuka oleh KPU.

“Merasa khawatir, tapi kami anggap wajar (SK belum turun). Masih ada waktu sekian bulan. Biasa pasangan calon dimunculkan di akhir,” ujar Danny kepada PemiluUpdate.com di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Senin, 6 November 2017.

PKS, lebih lanjut Danny, merespon positif keputusan Partai Demokrat yang baru memberikan surat tugas kepada Andri. Sementara Achmad Fahmi dan Andri Hamami saat ini sedang menunggu SK bersama dari PKS dan Demokrat.

“Soal koalisi, di tataran kota, provinsi, dan pusat tidak ada masalah. Kami melihat ada respons positif. Koalisi PKS-Demokrat di Kota Sukabumi terus dimatangkan,” katanya.

[Baca juga: Pertegas Soal Surat Tugas, Muraz Tantang ‘Faham’ Tambah Parpol Koalisi]

Bagi Danny pribadi, koalisi PKS dan Demokrat dengan total tujuh kursi sudah cukup untuk memenangkan Pilkada Kota Sukabumi. Terlepas di dalam surat tugas dari DPP Demokrat, sang calon didorong untuk mengupayakan penguatan koalisi alias penambahan parpol baru.

“Koalisi saya kira cukup. Ikhtiar menambah parpol, sudah. Namun PKS dengan Demokrat cukup,” katanya.

Danny lalu menyatakan agar segenap relawan Achmad Fahmi dan Andri Hamami bersabar menanti turunnya SK dari Demokrat. Soal SK merupakan ranah pengurus pusat.

“Pak Andri posisinya ada di F2 (wakil wali kota), namun bisa mendongkrak elektabilitas dan popularitas. Meski di setiap hasil survei berada di urutan ke-3, ke-4, dan ke-55, hal yang terpenting elektabilitasnya itu sudah ada,” tutur Danny. []Herry Febrianto


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here