Demokrat Final Usung Demiz, Wakilnya dari Gerindra, Syaikhu Kempes

Ketua DPW PAN Jawa Barat Ahmad Najib Qodratullah (kiri), Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan R. Sulandjana (kanan), dan Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi (tengah) menggelar diskusi di Kabupaten Garut, Jawa Barat (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

Kota Bandung – Koalisi Poros Baru yang kini beranggota Partai Demokrat, PAN, dan Gerindra mulai mengerucutkan opsi kandidatnya. Poros ini dalam waktu dekat akan mengumumkan secara resmi calon gubernur-wakil gubernur yang diusungnya pada Pilgub Jawa Barat (Jabar) 2018.

Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Mulyadi menjelaskan Poros Baru menemui kemajuan berarti dalam penggodokan calon pemimpin Jabar 2018-2023, setelah Demokrat memutuskan juga mengusung Deddy Mizwar (wakil Gubernur Jabar) sebagai calon gubernur. Sebelumnya, PAN menetapkan budayawan yang kerap disapa Demiz tersebut sebagai jagoannya pada pilgub mendatang.

“Kalau Demokrat memutuskan Pak Demiz, sudah final. Lalu diusulkan ke Poros Baru. Gerindra menerimanya sesuai koridor dalam memilih pemimpin. Gerindra menerima Pak Demiz sesuai parameter yang disetujui koalisi,” kata Mulyadi kepada PemiluUpdate.com di Kota Bandung, Rabu, 8 November 2017.

PAN dan Demokrat yang mengusung calon gubernur Deddy Mizwar memungkinkan kursi calon wakil gubernur menjadi jatah Gerindra.

“Posisi wakil semakin mengerucut, tinggal di Gerindra. Jadi kami rasional (tetap di Poros Baru). Menjadi hal wajar jika Demokrat dan PAN mengusung Jabar 1 (calon gubernur), maka Gerindra Jabar 1 (calon wakil gubernur),” tutur Mulyadi.

Demokrat memiliki 12 kursi di DPRD Jabar, PAN empat, dan Gerindra 11 kursi. Dengan total 27 kursi, Poros Baru memenuhi syarat untuk mengusung pasangan kandidat pada Pilkada Jabar 2018.

[Baca juga: Terima Usulan PAN Usung Demiz, Poros Baru Sepakati Enam Poin]

Sebelumnya, PPP yang memiliki sembilan kursi berada dalam barisan poros koalisi ini. Belakangan hengkang ke koalisi Partai Nasdem yang mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil, RK).

Posisi kursi calon wakil gubernur untuk Gerindra boleh disebut hampir pasti. Manuver Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Mulyadi yang menjajaki peluang partainya bergabung dengan poros Emil menjadi catatan penting Demokrat dan PAN. Pasalnya, Emil sangat ingin kembali bersama Gerindra, seperti pada Pilwalkot 2013.

Mulyadi menambahkan pertemuannya dengan Ketua DPD Nasdem Jabar Saat Mustofa beberapa hari lalu memang merupakan penjajakan opsi koalisi lain. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan Gerindra tidak sampai final di Poros Baru.

“Pertemuan itu sebagai bahan untuk laporan ke DPP dan menjadi opsi lain jika koalisi poros baru tidak terlaksana,” tukas Mulyadi.


Demiz-Mulyadi

Jika tak ada aral melintang, maka Poros Baru akan mengusung duet Demiz-Mulyadi. Ditanya hal ini, Mulyadi belum bersedia berkomentar panjang, meskipun menyatakan dirinya siap mengemban penugasan Gerindra dimaksud.

Pembulatan paket kandidat Poros Baru akan dilakukan seusai Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD Partai Demokrat Jabar pada 11-12 November 2017. 

“Tunggu hasil musda Demokrat dulu. Yang penting sekarang Poros Baru sudah final mengusung Pak Demiz dan wakilnya dari Gerindra,” tandas Mulyadi.


Demiz-Syaikhu Kempes?

Selama ini, Demiz oleh PKS dipasangkan dengan Wakil Wali Kota Bekasi Achmad Syaikhu, yang juga ketua DPW PKS Jabar. Namun sejauh ini hanya PKS yang terus menyuarakan duet Demiz-Syaikhu. Sementara kursi PKS di DPRD Jabar yang tak mencapai 20, tak cukup untuk mengusung sendiri kontestan pilgub.

[Baca juga: Poros Baru Solid, Iwan Sulandjana: Terserah PKS Gabung atau Tidak]

Komunikasi politik parpol pemilik 12 kursi tersebut, bahkan dengan sekutunya –dalam hal ini Gerindra Jabar, berlangsung kurang mulus. Sementara itu, tak tampak jalinan penjajakan kerja sama dengan parpol lain di level Jabar.

Rencana deklarasi pasangan Demiz-Syaikhu di Kota Bekasi pekan ini batal digelar, meskipun undangan telah disebar. Duet Demiz-Syaikhu kempes?

Sejauh ini belum terdengar sikap PKS atas perkembangan mutakhir tersebut. Apakah akan bergabung dengan Poros Baru, koalisi Nasdem, atau barisan PDIP? []EWA


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here