Tolak Marianus-Emi, Wakil Sekretaris PDIP NTT Terancam Dipecat

Hasto Kristiyanto (Foto: mediaindonesia.com - GOOD INDONESIA)

Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto memastikan Wakil Sekretaris DPD PDIP Nusa Tenggara Timur (NTT) Dovianus Kolo menghadapi sanksi pemecatan sebagai kader partai.

Tindakan tegas diberikan karena ia menolak penetapan pasangan Marianus Sae-Emilia Julia Nomleni (Marianus-Emi) sebagai calon gubernur-calon wakil gubernur NTT pada Pilkada 2018. Pasangan ini telah mendapat surat keputusan (SK) resmi yang ditandatangani Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Berpartai itu harus dijalankan dengan disiplin, taat pada mekanisme partai dan setia pada konstitusi partai. Apa yang disampaikan Dolvianus dikategorikan sebagai pelanggaran disiplin,” tegas Hasto di Jakarta.

Keputusan pengurus pusat memecat Dolvianus dilakukan setelah Ketua Bidang Organisasi DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat mempelajari mendalam permasalahannya.

“Saudara Dolvianus sudah diminta untuk memberikan klarifikasi, namun yang bersangkutan malah memberikan berbagai pernyataan yang tidak menunjukkan kapasitasnya sebagai kader partai,” Hasto menambahkan.


Mekanisme Partai

Penetapan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) NTT, menurut Hasto, telah melalui proses sesuai mekanisme partai. DPP bahkan sebelum mengambil keputusan, menugaskan Djarot Syaiful Hidayat menemui tokoh masyarakat NTT, termasuk kalangan agama.

“Berbagai aspirasi telah ditampung, dan keputusan telah diambil, serta bersifat final. Bagi yang tidak setuju pada kepentingan kolektif partai tersebut, maka partai akan menegakkan disiplin partai,” tandas Hasto.

[Baca juga: Hindari Dagang Sapi, Gerindra-Demokrat Pastikan Pasangan Calon Sejak Awal]

Hasto meyakini bahwa masyarakat NTT sangat paham posisi politik PDIP yang benar-benar hadir sebagai kekuatan persatuan bangsa.


Bupati TTU Mundur

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat menanggapi enteng mundurnya Ketua DPC PDIP Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Raymundus Sau Fernandez. Bupati TTU dua periode ini kecewa atas keputusan DPP PDIP soal buntut pencalonan cagub dan cawagub NTT.

“Saya tahu Raymundus. Sikap dia yang seperti itu menunjukkan rendahnya elan juang. Sebelum Ibu Megawati mengambil keputusan, saya ditugaskan bertemu dengan para tokoh. Keputusan Ibu Megawati dan DPP Partai sudah final,” kata Djarot di Jakarta, beberapa hari lalu.

Marianus Sae, bupati Ngada sekarang, menurut mantan gubernur DKI Jakarta itu, juga sosok berprestasi. Sementara Emilia merupakan kader perempuan senior.

Ditambahkan, PDIP konsisten mendorong kepala daerah yang berprestasi. Apa yang terjadi dengan Raymundus justru menambah soliditas partai. Kader sejati yang taat keputusan DPP terlihat jelas. []LMC


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here