Cuma 4 Kursi, PAN Coba Manuver Gantung Duet Sudrajat-Syaikhu

Zulkifli Hasan (Foto: Dok. GOOD INDONESIA)

Jakarta – Partai Amanat Nasional (PAN) masih melakukan manuver seputar pengusungan calon gubernur (cagub)-wakil gubernur (cawagub) Jawa Barat pada Pilkada 2018.

Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan kembali mengesampingkan penegasan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden DPP PKS M. Sohibul Iman bahwa mereka telah berkoalisi dengan PAN pada Pilkada Jawa Barat (Jabar).

Boleh jadi partai matahari sedang melakukan tawar-menawar dengan Gerindra dan PAN, yang masing-masing menempatkan kadernya sebagai pasangan kandidat yakni Mayjen TNI (Purn.) Sudrajat-Ahmad Syaikhu. Namun, hal pasti, kata Zulkifli, PAN masih menimbang pencalonan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar (Demiz) sebagai cagub.

“Saya mau jumpa dengan Deddy Mizwar dululah, sebelum tanggal 8 (Januari 2018),” ujar Zulkifli di Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa, 2 Januari 2018.

Zulkifli mengatakan pihaknya ingin bertanya tentang sikap terakhir Demiz soal pencalonan dirinya pada Pilgub Jabar. PAN, sebut Zulkifli, juga ingin mengetahui seputar koalisi Partai Demokrat yang mengusung Demiz dengan Partai Golkar.

Ditegaskan, pengumuman resmi pasangan Sudrajat-Syaikhu pada 27 Desember 2017 bahwa PAN ikut mendukung sebagai klaim Gerindra dan PKS. Padahal, PAN baru akan mengambil keputusan resmi pada 3 atau 4 Januari besok.

[Baca juga: PAN Jabar Tegaskan Belum Ada SK Buat Demiz dan Syaikhu]

Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan tidak hadir dalam pengumuman duet Sudrajat-Syaikhu yang digelar di Kantor DPP PKS, Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan.

“Ya, kan, kami mesti ngomong dulu sama Deddy. Kan, belum ada yang final, juga semuanya,” tutur Ketua MPR RI itu.


PAN Cuma Empat Kursi

Pada kesempatan yang sama, Zulkifli kembali menyatakan pihaknya hendak menggandengkan Demiz dengan kader PAN yang legislator DPR RI, Desy Ratnasari.

Masalahnya, formasi Demokrat-PAN belum di Pilgub Jabar belum mencukupi limit kursi pengusungan kandidat. Demokrat memiliki 12 kursi, sedangkan PAN hanya empat. Totalnya 16 kursi. Belum sampai 20 kursi, batas minimal parpol dapat mengusung pasangan calon.

Sementara parpol lain yang lebih tinggi memiliki calon masing-masing. Dengan demikian, hitungan sederhana, duet Demiz-Desy agak sulit terjalin.

Pasangan Sudrajat-Syaikhu sendiri telah memenuhi syarat penguasaan kursi, meski tanpa PAN. Koalisi Gerindra-PKS memiliki 23 kursi. []RUT


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here