Besok, SK Paslon Kepala Daerah dan Wakil PKS Diserahkan secara Nasional

Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi (tengah), yang juga calon wakil wali kota Sukabumi, mengikuti gerak jalan sehat siap memecahkan mitos Wali Kota Sukabumi harus dari Sekretaris Daerah (Herry Febrianto/PemiluUpdate.com)

Kota Sukabumi – Calon Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi berencana mengambil langsung surat keputusan (SK) pasangan calon (paslon) kepala daerah Pilwalkot 2018 ke DPP PKS di Jakarta. Syarat pencalonan dirinya ini akan diambilnya pada Kamis besok, 4 Januari 2018.

“Besok pengambilan SK secara nasional di DPP PKS. SK-nya untuk pasangan kepala daerah dan wakilnya. Saya akan hadir besok,” ujar Fahmi kepada GOOD INDONESIA di Kota Sukabumi, Rabu, 3 Januari 2018.

Fahmi yang berpasangan dengan Andri Setiawan Hamami, calon wakil wali kota usungan Partai Demokrat, menegaskan jika peta koalisi di pusat dan di Pilgub Jawa Barat (Jabar) tidak mempengaruhi koalisi yang sudah dibangun PKS dan Partai Demokrat di Pilkada Kota Sukabumi 2018.

Pengurus pusat Partai Gerindra, PKS, dan PAN memang membangun komitmen berkoalisi secara nasional dan jangka panjang. Persekutuan ini dirancang hingga Pemilu 2019.

“Koalisi ini tidak akan pecah, pasangan yang diusung tetap Fahmi-Andri (Faham) yakni PKS-Demokrat. Tetapi menambah jumlah parpol, seperti koalisi di Pilgub Jabar, bisa terjadi,” katanya.

[Baca juga: Tim Pemenangan ‘Faham’ Intensifkan Konsolidasi, Curigai Mobilisasi ASN]

Meski ada parpol baru bergabung, lanjut Fahmi, tidak akan mengubah pasangan wali kota-wakil wali kota Sukabumi yang sudah terbangun sejak awal.


Muraz: Terserah Kapan

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi Mohamad Muraz mengatakan pihaknya dengan PKS sudah satu dan tetap mengusung duet Faham.

Nggak apa-apa, kami sudah satu dan Demokrat, sudah Fahmi-Andri. Tinggal deklarasi dan langsung daftar selesai. Terserah mereka mau kapan,” kata Muraz, yang juga Wali Kota Sukabumi.

[Baca juga: Legislator PKS Ditunjuk Jadi Ketua Tim Pemenangan ‘Faham’]

Muraz kembali menegaskan jika dirinya tidak akan mencalonkan kembali sebagai Wali Kota Sukabumi namun fokus pada pencalonan anggota DPR RI pada Pileg 2019.


Tidak Berkhianat

Fahmi, saat dimintai tanggapan mengaku jika PKS tidak akan berkhianat alias tetap setia atas kebersamaan yang dibangun dengan Demokrat. “Dengan majunya saya, bagaimana harus berkelanjutan. Apa yang sudah dilakukan oleh Pak Wali dan saya (sebagai Wakil Wali Kota Sukabumi) harus diteruskan,” katanya.

Dirinya menilai wajar jika Wali Kota Mohamad Muraz menitipkan hal-hal yang belum tuntas sebagai bagian dari visi-misi yang dibangun bersama-sama. Contohnya; Pasar Pelita harus dituntaskan. Lalu Program RT/RW tetap dijaga serta pelayanan kesehatan.

“Ke depan Kota Sukabumi lebih religius, nyaman, dan sejahtera. Seperti pasangan Faham melayani dan santun dalam pelayanan,” tutur politikus PKS itu. []Herry Febrianto


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here