Gamang, PDIP Kembali Lirik Emil, Wakilnya Anton Charliyan

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno, yang juga anggota DPR RI (Istimewa/youtube.com)

Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih gamang dalam memutuskan sosok yang bakal diusungnya sebagai calon gubernur Jawa Barat (Jabar) 2018-2023.

DPD PDIP Jabar tak memiliki figur internal yang mumpuni menyebabkan partai ini mau tidak mau melirik sosok yang mencuat selama ini.

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengungkapkan di antara beberapa opsi yang dijajaki partainya, pilihan mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) menjadi solusi prioritas.

DPP PDIP, menurutnya, telah mematangkannya. Wakilnya Anton Charliyan, mantan Kepala Polda Jabar dan kini menjabat wakil kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Mabes Polri.

“Jabar masih terus dimatangkan, mengerucut kepada Ridwan Kamil-Anton Charliyan,” kata Hendrawan, Kamis, 4 Januari 2018.

Ditambahkan, elemen internal PDIP tidak bulat mendukung penjajakan Emi sebagai calon gubernur Jabar pada Pilgub 2018. Ada faksi yang menolak rencana pengusungan arsitek yang kurang bersinar membenahi Kota Bandung ini.

Hubungan Emil dengan PDIP renggang setelah Wali Kota ini memilih buru-buru menerima pinangan Partai Nasdem tahun lalu. Pria berkaca mata gagang hitam ini menjadi calon gubernur pertama yang dideklarasikan sebagai kandidat, jauh sebelum kontestasi Pilgub Jabar memanas.

[Baca juga: Ridwan Kamil Tolak Opsi Bakal Jadi Orang Kedua di Jawa Barat]

Pada Pilwalkot Jabar 2013, Emil diusung Partai Gerindra dan PKS. Kedua partai belakangan memutuskan tak bersama Emil pada Pilgub Jabar 2018. Nama pamong Kota Bandung yang disebut-sebut beberapa lembaga survei menduduki peringkat pertama soap popularitas dan elektabilitas ini, bahkan sama sekali tak masuk bidikan Gerindra dan PKS.

Wali Kota Ridwan Kamil masuk opsi boleh jadi sebab PDIP tak memiliki pilihan lain. Emil-pun menghadap DPP PDIP. Di kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (3/1/2018), Hendrawan menyebutkan Emil menjadi pilihan karena dia dinilai berpotensi memberikan kemenangan bagi PDIP kali pertama.

Diutarakan, untuk kepastian posisi Emil, yang bersangkutan perlu menghadap Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan petinggi lainnya.

“Pada saatnya bila memang akan diluncurkan Emil perlu bertemu Ketua Umum,” ujar Hendrawan, yang juga anggota DPR.

[Baca juga: SURVEI: Siapa Gubernur-Wakil Gubernur Jabar pada Pilkada 2018 Pilihan Anda?]

PDIP adalah satu-satunya parpol yang dapat mengusung pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jabar secara mandiri. Parpol berlambang kepala banteng moncong putih memiliki 20 kursi di DPRD Jabar, angka minimal syarat pencalonan.

Emil sejauh ini baru resmi diusung Nasdem. Golkar telah mencabut dukungan. PPP dan PKB menyatakan dukungan, namun keduanya mensyaratkan kursi calon wakil gubernur (cawagub). Dilematisnya, PPP dan PKB sama-sama mengancam pasti mencabut dukungan bila kursi pendamping tak diberikan kepadanya. []ALY


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here