Golkar dan PKB ‘Tikam dari Belakang’, Cawalkot PDIP Lapor ke Polisi

Surat penyataan Partai Golkar dan PKB Kota Sukabumi (kiri) yang dipermasalahkan Calon Wali Kota Sukabumi Hanafie Zain pada Pilkada 2018 asal PDIP (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

Kota Sukabumi – Hubungan PDIP dengan Partai Golkar dan PKB di Kota Sukabumi sehari jelang akhir pendaftaran di KPU memanas.

Hal itu dipicu beredarnya surat pernyataan kesepakatan elite Golkar dan PKB Kota Sukabumi, yang menyebutkan kedua parpol bakal mengusung Jona Arizona dan Hanafie Zain, masing-masing sebagai calon wali kota-wakil wali kota Sukabumi pada Pilwalkot 2018.

Gara-gara surat pernyataan tersebut, Hanafie yang sejak awal menjadi calon wali kota (cawalkot) dari PDIP merasa dicemarkan nama baiknya. Dia mengaku kemunculan namanya sebagai calon pendamping Jona tanpa sepengetahuan dirinya. Hanafie merasa dirinya tiba-tiba “ditikam dari belakang”, hubungannya dengan PDIP hendak dirusak.

“Saya, kan, selama ini hanya mendaftar di PDIP. Tidak pernah ke lain hati, ke Golkar maupun PKB. Tiba-tiba tanpa ada izin saya, tiba-tiba muncul nama jadi wakilnya Jona,” ungkap Hanafie saat dikonfirmasi PemiluUpdate.com di Kota Sukabumi, Selasa, 9 Januari 2018.

Hanafie menyatakan kekecewaan dirinya bukanlah urusan partai, tetapi lebih menjadi masalah personal. Hanafie, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, lalu melaporkan Golkar dan PKB Kota Sukabumi ke polisi terkait dugaan pencemaran nama baiknya.

“Pendukung saya mengamuk, kok, melacurkan diri. Saya buat laporan polisi hari ini secara pribadi karena saya merasa dicemarkan. Kalau langkah politik silakan urusan politik yang melakukan itu, namun ini langkah pribadi saya,” tandas Hanafie.

[Baca juga: Hanafie Zain Urus Sendiri Berkas SKCK di Kantor Polisi]

Dirinya mengaku sering berberkomunikasi secara politik dengan kedua partai tersebut. Kalaupun memang Golkar dan PKB ingin memasangkan dirinya dengan Jona, kata Hanafie lagi, harusnya secara administrasi ada hitam di atas putih dengan materai dan segala macamnya.

“Jadi persoalannya PKB memunculkan nama saya tiba-tiba. PKB (dari awal), kan, dengan Anton (Direktur PDAM Kota Sukabumi). Secara partai merasa, kok, kader saya diambil begitu saja tanpa ada kompromi. Saya, kan, sudah kader PDIP,” ujar Hanafie.

Pasca munculnya surat pernyataan dimaksud, Hanafie mengungkapkan dirinya langsung menghubungi Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Kota Sukabumi Usep Ubaidillah (Utek).

“Setelah ada informasi surat pernyataan itu, saya coba kontak Utek dan menjawab ‘Oh, iya, ada SK. Saya belum tahu besok Gundar (Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Sukabumi) mau ketemu’. Begitu ketemu, saya buka banyak surat persetujuan (MoU) Golkar dan PKB yang mengusulkan nama saya. Lalu ada SK PKB Pusat mengusung saya juga dan Golkar juga mengusung nama saya. Saya tidak pernah koalisi dengan Golkar,” jelasnya.

[Baca juga: Calon Wali Kota Sukabumi Asal PDIP: Hanafie Ditantang Nova Andika]

Setelah mendapat informasi tersebut, Hanafie langsung berkomunikasi dengan PDIP. Selaku kader dirinya mengambil langkah hukum dan untuk hal lainnya tidak tahu seperti apa. Namun yang jelas, Hanafie menegaskan tidak ada masalah dengan PDIP.

“Ya, nggak santun. Istilahnya kalau mau masuk rumah orang ketok dulu pintunya,” tegasnya.


Calon F1 PDIP

Ditanya apakah dirinya akan tetap mencalonkan atau tidak di Pilkada Kota Sukabumi, Hanafie akan melihat dulu langkah-langkah politik ke depannya seperti apa.

“Kita lihat langkah politik nanti pada waktunya seperti apa, satu menit bisa berubah. Semua kemungkinan masih menjalin komunikasi,” katanya.

Hanafie bahkan secara tegas mengatakan jika dirinya sudah dicalonkan PDIP sebagai calon wali kota.

“Loh saya, kan, sudah dicalonkan PDIP. Saya tidak tahu langkah PDIP dengan Golkar dan PKB seperti apa. Saya pengantin, hanya dikawinkan. Dari awal partai mengharuskan saya jadi F1 (wali kota) dan tidak akan melacurkan diri saya menjadi F2,” tandas Hanafienya.

Jurnalis GOOD INDONESIA menghubungi Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Sukabumi Gundar Kolyubi. Saat dihubungi jarak jauh untuk janjian wawancara, telepon selularnya off. Saat berita ini diturunkan, GOOD INDONESIA juga berupaya menghubungi Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Kota Sukabumi Usep Ubaidillah. []Herry Febrianto


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here