Mengapa Hanafie Zain Terima Posisi Calon Wakil Wali Kota Sukabumi?

Duet Calon Wali Kota Jona Arizona (kiri) dan Calon Wakil Wali Kota Hanafie Zain (kanan) pada Pilkada 2018. Pasangan ini diusung Partai Golkar, PKB, dan PDIP (Herry Febrianto/PemiluUpdate.com)

Kota Sukabumi – Jona Arizona dan Hanafie Zain telah mendaftar sebagai calon wali kota dan wakil wali kota sukabumi di Pilkada 2018 dengan mendatangi Kantor KPU, Rabu malam, 10 Januari 2018 sekitar pukul 21.30 WIB.

Jona adalah Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi. Sedangkan Hanafie adalah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi yang mengikuti nominasi calon wali kota (cawalkot) Pilkada 2018 di PDIP.

Namun perubahan posisi Hanafie menjadi calon wakil wali kota di hari terakhir pendaftaran menjadi pertanyaan berbagai pihak. Sebelumnya, Hanafie menanggapi keras penempatan dirinya dalam duet Jona-Hanafie oleh Golkar dan PKB tanpa pembahasan sedikitpun.

Sejak awal, Hanafie beserta PDIP sebagai partai pengusung tetap bersikeras menduduki posisi F1. Komunikasi alot pun terjadi antara PDIP, Partai Golkar dan PKB hingga pada akhirnya posisi calon wali kota ditempati Jona Arizona dan wakil wali kota Hanafie Zain.

Menanggapi hal ini Calon Wali Kota Sukabumi Jona Arizona menegaskan memilih Hanafie sebagai pendampingnya karena memiliki pengalaman di pemerintahan dengan mengabdi sekitar 32 tahun.

“Penggabungan saya dengan Hanafie antara politisi dan birokrat merupakan bagian tidak terpisahkan ketika duduk di pemda sebagai wali kota dan wakil wali kota. Kita akan melengkapi satu sama lain,” ujar Jona saat sesi jumpa pers dengan awak media di KPU Kota Sukabumi.

Bicara soal pengalaman, jelas Jona, dirinya ingin menimba ilmu soal pemerintahan dari Hanafie yang telah terbukti dan teruji bisa gawe (kerja).

“Saya dengan niat tulus dan ikhlas ingin mewakafkan diri untuk masyarakat Kota Sukabumi. Itu alasan saya memilih Pak Hanafie bersama dengan dukungan dari koalisi Golkar, PDIP dan PKB,” katanya.

Sedangkan Calon Wakil Wali Kota Hanafie Zain mengungkapkan alasannya mau menjadi nomor dua karena sudah 32 tahun berada di puncak karir birokrat. Ia menjabat sekda selama enam tahun dan sudah melayani dua wali kota.

“Saya tidak mencari kekuasaan. Saya ingin ada orang muda yang nanti kita siapkan menjadi pemimpin masa depan. Makanya pilihan saya jatuh kepada adik saya Jona,” katanya.


Bargaining Hanafie Lemah

Melihat konstelasi yang terjadi di koalisi tiga parpol tersebut, Pengamat Politik Asep Deni menilai perubahan posisi calon wali kota dan wakil wali kota memiliki pengaruh yang besar dalam upaya memenangi kontestasi pilkada.

“Sangat berpengaruh, seperti yang saya bilang kemenangan di pilkada ada enam faktor yang harus dipenuhi dalam politik seperti popularitas, elektabilitas, dukungan partai (koalisi), leadership, kompetensi, budget dan strategi,” ujar Asep Deni saat ditemui PemiluUpdate.com di Kantor KPU Kota Sukabumi, Rabu, 10 Januari 2018.

Jika melihat popularitas dan elektabilitas, Asep menilai yang seharusnya bersaing ketat di atas adalah Achmad Fahmi (petahana), Mulyono (mantan Wakil Wali Kota Sukabumi) dan Hanafie (mantan Sekda Kota Sukabumi).

Sedangkan Jona Arizona dan lainnya berada di grade kedua berdasarkan hasil survei beberapa lembaga. Meskipun hasil survei bukan menjadi jaminan untuk menang.

“Perkiraan awal posisi Hanafie-Jona atau Hanafie dengan Anton, ternyata dibalik karena menyangkut kesepakatan. Terlebih memang ada cerita panjang panjang di balik semua ini,” katanya.

Asep melihat, meskipun posisi bargaining Hanafie lemah karena bukan pengurus ataupun pemilik partai, namun sebagai calon harusnya memiliki kedudukan yang sama.

“Golkar dan PDIP sama-sama punya enam kursi, terlepas Hanafie sebagai mantan Sekda dan Jona ketua partai. Namun dinamika politik jelang akhir PKB mendekat ke Golkar dan ini bahaya juga bagi PDIP. Sehingga tidak mungkin memiliki enam kursi dan calon tapi tidak ikut Pilkada sangat tidak bagus,” katanya.

Menurut Asep Deni, perubahan komposisi soal posisi F1 dan F2 membuat pasangan dengan jargon Insyallah Jona Hanafie Barokah (Ijabah) harus lebih bekerja keras untuk memenangi Pilwalkot Sukabumi 2018. []Herry Febrianto


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here