Tiru Gaya Calon Gubernur di ‘Facebook’, ASN Maros Dicokok Panwaslu

Personel Kantor Camat Maros Azhar diperiksa petugas Panwaslu Maros karena diduga berpolitik praktis Pilkada 2018. Ia diperiksa Minggu, 14 Januari 2018 (Istimewa/tribunnews.com & sindonews.com)

Maros – Seorang aparat Kantor Camat Tompobulu di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), berurusan dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat. Personel Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Azhar ini ditengarai kuat terlibat politik praktis Pilkada 2018, dan terancam dipecat.

Azhar diindikasikan terlibat dalam rapat pleno di KPU Maros bersama salah satu tim sukses (timses) pemenangan salah pasangan calon gubernur-wakil gubernur Sulsel, beberapa waktu lalu. Rapat dimaksud membahas hasil verifikasi faktual dukungan calon perseorangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).

Ketua Panwaslu Maros Sufirman mengungkapkan pihaknya memeriksa ASN tersebut di kantornya pada Minggu, 14 Januari 2018. Azhar dimintai keterangannya seputar aktivitasnya bersama timses pasangan kandidat gubernur-wakil gubernur.

“Indikasi keterlibatan yang bersangkutan diperkuat dengan bukti-bukti foto yang ditemukan di akun facebook-nya. Ia menirukan gaya salah satu bakal calon serta menggunakan kostum yang merujuk pada jargon salah satu pasangan bakal calon gubernur,” Sufirman menjelaskan.

Dijelaskan, berdasar bukti dan keterangan saksi-saksi, Azhar terindikasi kuat melakukan perbuatan yang mengarah pada keberpihakan ASN kepada salah satu calon peserta pilgub. Padahal, kata Sufirman, ASN dilarang terlibat dalam politik praktis atau berafiliasi dengan parpol. ASM seharusnya netral.

“Atas perbuatan itu yang bersangkutan dianggap cukup bukti dan telah melanggar Pasal 2 huruf f Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara Jo Pasal 11 huruf C Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS, sehingga hasil Pleno Panwaslu Kabupaten Maros menganggap layak ditindaklanjuti untuk diajukan ke Komisi Etik ASN,” jelasnya.

Sufirman menambahkan Panwaslu Maros akan terus berupaya memperkuat pengawasan dalam tiap tahapan pemilu. Menurutnya, salah satu tingkat kerawanan pelanggaran pemilu adalah keterlibatan ASN, di samping praktik politik uang. []JLL


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here