Cegah Pemilih ‘Hantu’, KPU Jangan Bekerja di Belakang Meja

Ketua Panwas Demak Khoirul Saleh (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

Demak – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwas) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mendesak KPU setempat mewaspadai maraknya pemilih “hantu” ikut Pilkada 2018.

Ketua Panwas Demak Khoirul Saleh mengungkapkan pihak desa selama ini jarang melaporkan data warga yang meninggal dunia ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Demak. Kondisi inilah yang memicu munculnya pemilih palsu yang dimanfaatkan parpol dan tim kontestan pilkada.

Ditambahkan, hal itu terjadi pada pilkada-pilkada sebelumnya. Pemilih hantu menjadi fenomena di Demak, yang tentu merusak kualitas pemilu setempat.

Untuk itu, tegas Khoirul, Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) sebagai kepanjangan KPU harus bekerja ketat menerapkan standar operasional. Pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih harus dijalankan secara maksimal.

“Tidak semuanya desa itu tertib. Pihak desa tidak melaporkan warganya yang sudah meninggal dunia ke Dinas Dukcapil,” kata Khoirul.

Petugas PPDP sebagai ujung tombak di lapangan, sambung Khoirul, harus benar-benar mendatangi setiap pemilih dan memastikan terdata. Sebaliknya data pemilih juga perlu dipastikan sesuai kondisi di lapangan alias orangnya ada.

“Jangan melakukan pekerjaan di belakang meja atau di rumah saja. Pokoknya jangan sampai ada data ganda maupun pemilih hantu,” tandasnya.

[Baca juga: Tiru Gaya Calon Gubernur di ‘Facebook’, ASN Maros Dicokok Panwaslu]

Ditanya soal kekhawatiran Panwas tersebut, Ketua KPU Demak Mahmudi menyatakan pihaknya telah berusaha mencegah adanya pemilih ganda maupun hantu. Sebanyak 1.876 PPDP diterjunkan. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, antara lain, guru, tokoh masyarakat, dan wiraswasta.

“Mereka ini (PPDP) ujung tombak kita dalam coklit pemilih. Selama sebulan bekerja hanya mendapat honor Rp500 ribu sebulan. Memang orang-orang pilihan yang bekerja ikhlas,” kata Mahmudi.

Secara nasional, coklit dilakukan serentak mulai 20 Januari-18 Februari 2018. Adapun setiap PPDP minimal melakukan pendataan dan coklit minimal lima rumah. []RFH


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here