Sudirman Said: Jateng Masih Miskin karena Mitos Sarang Banteng

Sudirman Said (Istimewa/harianterbit.com)

Semarang – Calon Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Sudirman Said membidik kemiskinan di provinsi ini sebagai “jualan” utama dalam kontestasi Pilkada 2018.

Mengusung tema kemiskinan, mantan Menteri ESDM itu mengaku yakin mampu mematahkan mitos politik Jateng sebagai sarang banteng alias PDIP. Menurutnya pula, mitos inilah yang membuat kemiskinan Jateng tak kunjung entas.

“Jawa Tengah harus dikembalikan pada martabatnya yakni sebagai tempat manusia seutuhnya,” kata Sudirman di hadapan relawan yang membantunya.

Walaupun begitu, calon gubernur (cagub) yang ditawarkan Partai Gerindra tersebut mengerahkan segala kemampuannya secara ekstra guna memenangi pilgub. Antara lain, menggalang relawan berbasis masjid.

Kabupaten dan kota yang dipimpin usungan PDIP di Jateng yakni Semarang, Solo, Banyumas, Purbalingga, Brebes, dan Boyolali.

“Kekuatan itu ada batasnya. Saya sowan ke beberapa kiai, dapat pesan, Allah akan memberi pertolongan pada orang baik, sebagaimana setan akan memudahkan pekerjaan orang tidak baik,” papar Sudirman.

Disebutkan, angka kemiskinan di Jateng sangat tinggi. Pada akhir 2017 mencapai 13,58 persen. Sebanyak 15 kabupaten masuk zona merah alias 20 persen penduduknya hanya mampu menghidupi dirinya dengan biaya di bawah Rp10.000 per hari.

Kepada relawan, Sudirman berpesan memecahkan persoalan dimulai dari sekitar, dengan jalan musyawarah dan gotong royong. Perubahan hanya bisa diraih, katanya, jika dimulai dari pemimpinnya. Jika gubernurnya bermedsos terus, maka bawahannya juga akan melakukan hal yang sama.

“Saya tidak akan menyuarakan permusuhan, namun perubahan. Memang jalan semakin menanjak, namun kawan yang bergabung juga semakin banyak,” tandas cagub yang berpasangan dengan Ida Fauziah (PKB).


Harapan Mbah Munif

Sebelumnya, Pengasuh Pondok Pesantren Girikusumo K.H. Munif Zuhri menyampaikan harapan khusus kepada Sudirman-Ida. Mbah Munif, panggilan keseharian kiai kharismtik itu, berpesan agar keduanya mampu menata hatinya masyarakat jika kelak terpilih sebagai pemimpin Jateng.

Harapan tersebut disampaikan saat Sudirman-Ida mengikuti pengajian di Ponpes Girikusumo, Mranggen, Demak, Jateng.

“Kalau sudah jadi pemimpin harus bisa menata hatinya masyarakat. Senangkah hatinya. Buat mereka cukup makan, dan berikan rasa adil,” tutur Mbah Munif.

Mbah Munif mengatakan pemimpin harus mengutamakan rakyat kecil. “Jangan lukai hati mereka dengan kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada hajat hidup rakyat kecil,” tambahnya.

Tema kampanye Sudirman-Ida: Ngancani, Ngladeni, Ngayomi. []SYK/RFH


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here