PPP Yogya Dikuasai Kubu Djan, Romi Cari Solusi Lolos Verifikasi KPU

Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy (Istimewa/aktual.com)

Jakarta – Petugas verifikasi faktual KPU gagal menjalankan tugas di Kantor DPW PPP Yogyakarta, Jalan Tentara Rakyat Mataram. Penguasaan massa PPP kubu Djan Faridz menjadi penyebabnya.

“Saat KPU Yogya datang ke Kantor DPW, ada sekelompok orang bukan pengurus yang sah memblokade kantor. KPU tidak bisa masuk melakukan verifikasi faktual,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP Arsul Sani, Kamis, 1 Februari 2018.

Anggota Komisi III DPR RI itu mengatakan Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy (Romi) sudah mengajak kubu Djan Faridz untuk islah dan bergabung dengannya. Barisan Djan Faridz yang menguasai Kantor DPW menolak.

Ditambahkan, kubu Romi bisa saja mengambil langkah hukum terkait pendudukan Kantor DPW PPP Yogyakarta dimaksud. Hal ini tidak ditempuh agar tidak terjadi keributan lagi.

“Kami mencari cara lain agar verifikasi faktual bisa diselesaikan dengan cara lain,” tegasnya.

Sementara itu Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menyerahkan penyelesaian konflik kepengurusan PPP ke pihak internal partai berlambang kabah. KPU tetap berpegang pada surat keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Menteri Hukum dan Ham (Menkumham).

“Sepanjang tidak ada penggantian pengurus daerah oleh DPP sekarang, maka yang diverfikasi faktual adalah pengurus daerah yang lama. Jika sudah diganti, dan penggantian itu sudah disampaikan ke KPU melalui Sipol, maka yang diverfikasi adalah pengurus daerah hasil penggantian,” paparnya.


Islah

Politisi senior PPP kedua kubu yang bertikai menggelar pertemuan di Kantor DPW PPP Yogyakarta pada Senin lalu (29/1/2018).

Mereka, antara lain, Mudrick ‘Mega Bintang’ Sangidoe, Tamam Ahda, Anwar Sanusi, Somali, serta Sukri Fadholi. Pertemuan dimaksudkan sebagai ajang silaturahim sekaligus konsolidasi. Mereka menggagas gerakan moral agar PPP kembali ke khittah melalui Muktamar Luar Biasa (MLB).

Peserta pertemuan sepakat menghentikan dualisme kepemimpinan PPP. Dualisme kepengurusan sejauh ini tak hanya terjadi di pusat namun hingga ke pengurus daerah.

Islah dinilai sangat penting mengingat tahun politik di depan mata. “Keberhasilan islah dan kehadiran pemimpin baru diharapkan mampu membawa PPP kembali meraih suara sesuai parliamentary threshold pada 2014 lalu,” kata anggota Majelis Tinggi PPP Anwar Sanusi. []Madi Cakra/LMC


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here