Menit Akhir Senjata Prabowo Maju atau Tidak Pilpres 2019

Presiden DPP PKS M. Sohibul Iman (kiri), Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah), dan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan memberi keterangan pers usai melakukan rapat tertutup. Pertemuan digelar di kediamanan Prabowo Subianto di Jakarta, Rabu malam, 3 Januari 2018 (Madi Cakra/PemiluUpdate.com)

Jakarta – Akankah Prabowo Subianto kembali maju pada perhelatan Pilpres 2019? Kalangan politik dan sebagian warga bertanya-tanya. Sebagai figur utama di Partai Gerinda, mantan Komandan Kopassus ini memang pantas dijagokan kadernya. Lantas, bagaimana rencana Prabowo sendiri soal ini?

Kerap ketika dikejar pers soal apakah kembali maju sebagai calon presiden, ia berhati-hati, tak langsung menjawab. Prabowo lebih memilih melempar senyum memberi balasan atas pertanyaan jurnalis, yang tentu menyiratkan makna yang sulit ditebak.

“Pengalaman kami, beliau (Prabowo) untuk maju atau tidak, jawabnya di hari terakhir. Detik-detik terakhir,” begitulah jawaban Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Aryo Djojohadikuso, di Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Aryo merujuk perhelatan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Gerinda dan Partai Keadilan Sejahtera saat itu memutuskan mencalonkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno menjelang batas akhir pendaftaran calon di KPU Jakarta.

Hal sama juga pada Pilgub DKI Jakarta 2012 saat Gerindra mengusung Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai kandidat jawara di ibukota negara. Keputusannya diambil beberapa jam sebelum pendaftaran ditutup.

Menit-menit akhir dalam memberi jawaban, bukanlah satu-satunya alasan. Di sisi lain, ada hal penting dan kewajiban yang harus dipenuhi Gerindra untuk menghadapi kontestasi di Pilpres 2019 mendatang. Yakni, aturan ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen yang membuat keputusan tak dapat dilakukan segera.

“Tentu, Gerinda harus koalisi. Kalau tidak ada presidential threshold. Kita sudah deklarasi dari tahun lalu mungkin,” ucap Aryo menegaskan.

Jadi, sambungnya, partai harus bicara terlebih dahulu. Karena pendaftaran baru dimulai 17 Agustus 2018 dan itu setelah pendaftaran calon legislatif 17 Juli. Sehingga, hasilnya belum terlihat.


Tunggu Pilgub 2018

Siap atau tidak Prabowo kembali tampil di panggung politik 2019 memang masih menunggu. Dan, hal ini juga tergantung respon masyarakat dan kader Gerindra sendiri. Jika, di masyarakat semua sudah ditunjukkan dari beberapa hasil survei.

“Pak Prabowo dengan minim pemaparan program dan visi misi kepada masyarakat, mendapat minimum 21-22 persen. Itu dari masyarakat ya. Belum dari kader. Kalau, kader semuanya menginginkan Prabowo maju,” ungkap Aryo.

Menurut Aryo, saat ini Gerindra pun tengah menunggu hasil pilgub 2018 yang akan diumumkan pada akhir Juni. Jika mayoritas menang. Tentu saja, akan menambah kekuatan dan keyakinan Prabowo untuk kembali maju.

Saat ini, diakui Aryo, penjajakan koalisi besar menjadi salah satu pertimbangan mengapa Prabowo belum mendeklarasikan pencalonannya. Selain dengan PKS, kini Gerindra juga terus intensif berkomunikasi dengan partai berlambang matahari putih. []Subhan Hardi


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here