Adu Program Paslon ‘Ijabah’ dan ‘Faham’ di Pilkada Kota Sukabumi

Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi Nomor Urut 1 Jona Arizona-Hanafie Zain (Ijabah) serta Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi Nomor Urut 2 Achmad Fahmi-Andri Setiawan Hamami (Faham). (Herry Febrianto/PemiluUpdate.com)

Kota Sukabumi – Debat kandidat calon wali kota dan wakil wali kota Sukabumi di Pilkada 2018 memang masih lama digelar oleh Komisi Pemilihan Umum. Namun empat pasangan calon kandidat sudah beradu dan menawarkan visi misi serta program ketika nanti terpilih memimpin Kota Mochi ke masyarakat.

Tahapan kampanye yang sudah dimulai sejak 15 Februari 2018 lalu hingga 26 Juni 2018 atau sehari jelang pemungutan suara tepatnya 27 Juni, menjadi gong atau start bagi seluruh kandidat untuk berupaya memikat calon pemilih dari berbagai lapisan elemen masyarakat dengan harapan bisa memilih mereka yang bersaing dalam kontestasi pesta demokrasi lima tahunan.

Sekedar informasi, empat paslon kandidat yang mencalonkan di Pilkada Kota Sukabumi 2018 berdasarkan hasil penetapan KPU di antaranya Nomor Urut 1 Jona Arizona-Hanafie Zain (Ijabah), Nomor Urut 2 Achmad Fahmi-Andri Setiawan Hamami (Faham), Nomor Urut 3 Mulyono-Ima Slamet (Mulia) dan Nomor Urut 4 Dedi Rantjani Widjaja-Hikmat Nuristawan (Dermawan).

Kali ini redaksi www.PemiluUpdate.com menggali sejauhmana peluang dua paslon wali kota dan wakil wali kota sukabumi yakni Jona Arizona-Hanafie Zain (Ijabah) dan Achmad Fahmi-Andri Setiawan Hamami (Faham) bisa memenangi gelaran Pilkada 2018. Yakinkah mereka dengan program yang dijual mampu merebut simpati masyarakat pada hari pencoblosan nanti?.

Jika yang berbicara adalah calon wali kota, mungkin sudah biasa karena nantinya setelah terpilih akan menjadi penentu dalam mengambil suatu kebijakan. Namun apabila yang menjelaskan visi misi dan program keluar dari mulut calon wakil wali kota, tentu akan lebih menarik apakah sebagai orang nomor dua bisa membantu mewujudkan apa yang sudah di gagas dalam visi misi.


Rasional

Ditemui usai menjalani serangkaian agenda kampanye, Kamis, 03 Maret 2018. Calon Wakil Wali Kota Sukabumi Nomor Urut 1 Hanafie Zain (Ijabah) mengaku optimis jika berbicara kemenangan sesuai perhitungan dan survei riil menunjukkan tingkat elektabilitas Paslon Ijabah semakin hari kian membaik. Meskipun duet Jona-Hanafie baru terbentuk beberapa bulan sebelum mendaftar ke KPU.

“Kami selalu melakukan evaluasi, termasuk langkah dan kegiatan paslon lain untuk melihat sejauh mana tingkat keterpengaruhannya,” ujar Hanafie.

Mantan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi ini menegaskan tidak bisa mengukur program yang dimiliki paslon lain. Namun yang pasti, visi misi dan program Ijabah lebih rasional serta dalam waktu singkat bisa dirasakan masyarakat.

Seperti program jaminan kesehatan (BPJS) bagi puluhan ribu warga tidak mampu, DP rumah nol persen yang terjangkau, menyelesaikan 3000 rumah tidak layak huni melalui kegiatan P2RW hingga perhatian khusus pembentukan generasi muda unggul dan berakhlak baik dengan program beasiswa bagi pelajar yang khatam Quran 30 juz di setiap jenjang pendidikan.

“Program kita yang rasional, enggak usah muluk-muluk yang riil saja menyentuh dan dirasakan langsung warga,” katanya.

Hanafie menilai jika masyarakat Kota Sukabumi sudah cerdas dan pintar dalam memilih calon pemimpin. Sehingga Ijabah menawarkan program sesuai dengan kebutuhan yang dianggap mendesak.

Contohnya, upaya pemerintah pusat membangun jalan tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) dan jalur rel kereta ganda yang direncanakan rampung pada 2019-2020. Tentunya harus dipersiapkan perencanaan yang visioner untuk kota dan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakatnya.

“Jangan sampai masyarakat Kota Sukabumi hanya jadi penonton di rumahnya sendiri, tetapi bisa ikut andil mengembangkan kota,” tandas Hanafie seraya menegaskan akan menyelesaikan pembuatan 35 ribu sertifikat tanah gratis dalam 90 hari sesuai program Presiden RI Joko Widodo.

Meskipun duet Jona-Hanafie di usung partai politik besar seperti Golkar, PDIP dan PKB. Namun Hanafie tidak ingin terlena dan terus merangkul berbagai komunitas serta relawan untuk menyumbang suara memenangkan Paslon Ijabah.

” Kalau kita lihat secara riil suara tiga partai pengusung cukup signifikan, tetapi tidak hanya mengandalkan itu. Karena mesin politik secara militansi harus bergerak dan pemilih pemula yang mencapai 30 persen juga harus dirangkul hatinya,” papar Hanafie.

Belum lagi, lanjut Hanafie, terdapat kurang lebih 10 simpul rekaman dari berbagai komunitas dan elemen masyarakat yang tergerak secara spontanitas terbentuk untuk memenangkan Ijabah.

“Alasan mereka mendukung Ijazah selain alasan hubungan emosional, juga didorong keinginan memiliki pemimpin yang visioner. Apalagi para relawan semua berhimpun menggunakan biaya sendiri agar paslon yang didukungnya menang,” ungkapnya.


Ekonomi

Di tempat terpisah kompetitornya, Calon Wakil Wali Kota Sukabumi Nomor Urut 2 Andri Setiawan Hamami menyebutkan jika Paslon Faham dari sisi visi misi dan program memiliki keunggulan dalam konteks ekonomi dibandingkan dengan paslon lainnya. Karena pada prinsipnya permasalahan di Kota Sukabumi lebih kepada sektor perdagangan selain pendidikan dan kesehatan.

“Ini juga yang menjadi alasan banyak elemen masyarakat bergabung untuk memenangkan Faham,” katanya.

Konsep creatif city (kota kreatif) gencar disosiasikan paslon Faham, tujuannya tidak lain lebih kepada pembangunan kota menciptakan kesejahteraan masyarakat berbasis wirausahawan di berbagai sektor usaha dengan harapan jangan sampai ada warga yang menganggur.

Bicara soal elektabilitas ungkap Andri, berdasarkan hasil tiga lembaga survei nasional dan lokal paslon Faham memiliki persentase cukup bagus mencapai 50 persen unggul dibandingkan paslon lainnya.

“Saya tidak bisa menyebutkan lembaga survei mana saja, namun hasilnya menjadi catatan bagi kami. Hasil dua lembaga survei menunjukkan elektabilitas Faham diangkatnya 50 persen, sedangkan satu lembaga survei meraih 42 persen namun masih diatasi paslon lain,” paparnya.

Meski secara survei menunjukkan hasil yang bagus, Andri menilai bukan berarti Faham harus berpuas diri dan lengah. Dukungan dari seluruh elemen masyarakat berupa simpul-simpul relawan dan partai politik lainnya juga terus dirangkul.

“Sampai saat ini sudah sekitar 18 tim relawan dan empat parpol yang mendukung serta siap memenangkan Faham. Alasan mereka bergabung dengan Faham mungkin karena enjoy,” tutur duet pasangan yang diusung PKS dan Partai Demokrat.

Secara gamblang Andri mengatakan ada sembilan alasan kenapa masyarakat harus memilih Faham yang memiliki moto santun dan melayani. Yakni, Agamis, Jujur, Bersih, Tanggap Keluhan Warga, Tegas, Senang Berinteraksi dengan Warga, Konsisten, Transparan serta Ramah.

“Rumah besar kita bernama Sukabumi tempat tinggal bagi semua masyarakat yang tentunya harus melangkah bersama membangun untuk mewujudkan Sukabumi yang lebih di berkahi. Pilkada merupakan upaya untuk menggapai cita-cita dengan memilih pemimpin yang memiliki tanggung jawab besar dan tugas luhur menciptakan kesejahteraan warganya,” pungkasnya. []Herry Febrianto


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here