Garis Tangan Achmad Fahmi, Berawal dari Guru Terjun ke Dunia Politik

Kota Sukabumi – Tidak ada satupun manusia yang akan tahu perjalanan hidupnya seperti apa, terlebih ketika berbicara takdir hanya sang maha pencipta Allah SWT yang lebih mengetahui.

Begitupun dengan perjalanan hidup seorang Achmad Fahmi, berangkat dari dunia pendidikan sebagai seorang guru dan kepala sekolah. Suami dari Fitri Hayati dan Ayah satu putra serta dua putri ini, bisa menjadi seorang Wakil Wali Kota Sukabumi mendampingi Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz periode 2013-2018.

“Saya mah berjalan dari seorang guru sekolah, kepala sekolah. Dari dunia pendidikan terjun ke politik entah bagaimana, karena memang tugas dari partai aktif di PKS ditugaskan untuk ikut Pemilihan Legislatif 2004 terpilih dan 2009 juga sama terpilih. Intinya saya mengalir saja,” tuturnya kepada PemiluUpdate.com, Kamis 08 Maret 2018.

Awal terjun menjadi seorang politisi sebagai wakil rakyat, Fahmi mengaku kaget karena terjadi perubahan suasana dan dinamika.

“Biasanya menjadi guru menegur murid, jadi anggota dewan justru ditegur konstituen,” ucapnya sambil tersenyum.

Sebagai seorang pendidik yang kemudian terjun di dunia politik dan eksekutif, Fahmi berupaya untuk terus memajukan dunia pendidikan.

Tepat 13 Mei 2018, periode pemerintahan Muhamad Muraz dan Achmad Fahmi berakhir. Sebagai gantinya kini giliran Fahmi mencalonkan kembali sebagai wali kota di Pilkada Kota Sukabumi 2018 berpasangan dengan Andai Setiawan Hamami (calon wakil wali kota) yang diusung PKS dan Partai Demokrat.

“Saya seperti sekarang ini merupakan garis tangan dari Allah SWT, begitu juga ketika ditakdirkan harus berpasangan dengan Pak Andri merupakan rekayasa terbaik Allah SWT yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun,” tandas Fahmi.

Perjalanan dari seorang guru kemudian terjun ke dunia politik menjadi wakil rakyat hingga akhirnya duduk di eksekutif sebagai Wakil Wali Kota, bagi Fahmi pribadi merupakan amanah yang harus dijalani dengan baik dan penuh tanggung jawab.

“Sebagaimana motto Fahmi-Andri (Faham) di Pilkada sekarang santun melayani. Ketika mendapatkan amanah harus tetap santun dan tidak boleh menjadi arogan,” katanya.

Perjalanan lima tahun menjabat Wakil Wali Kota Sukabumi telah mengajarkan Fahmi untuk terus dekat, berkomunikasi serta bertatap muka langsung sesering mungkin dengan masyarakat.

Sehingga antara seorang pemimpin dengan rakyatnya tidak ada sekat ataupun celah pemisah. Ketika dipercaya masyarakat dan ditakdirkan Allah SWT memimpin Kota Sukabumi ke depan, Fahmi berupaya menghilangkan sekat tersebut.

“Komunikasi intens dengan warga masyarakat sehingga betul-betul tidak ada sekat antara masyarakat dengan pemimpinnya,” terangnya.

Gaya blusukan selama menjabat Wakil Wali Kota Sukabumi akan tetap dipertahankan Fahmi ke depannya untuk menyapa dan melihat kondisi masyarakat.

“Insyallah blusukan tetap dilakukan, toh selama ini jadi Wakil Wali Kota tetap blusukan. Rekan-rekan wartawan bisa melihat saya kan setiap hari Jumat olahraga dan jalan ke mana-mana masuk ke permukiman penduduk sekaligus menyapa warga,” tegasnya.

Diakhiri wawancara saat ditanya soal Pilkada, Fahmi menilai pilkada seperti lebaran yang tidak biasa pakai baju koko dan kopiah tiba-tiba pakai. Begitu juga yang tidak biasa ke masjid, sekarang sering ke masjid.

” InsyaAllah masyarakat bisa melihat dan memilih dengan cerdas siapa calon pemimpin Kota Sukabumi ke depan sesuai hati nurani mereka,” harap pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dikagumi nomor urut 2 ini. []Herry Febrianto


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here