Perumahan Rakyat Solusi ‘Ijabah’ bagi Warga di Daerah Rawan Bencana

Kota Sukabumi – Keberadaan warga yang tinggal di daerah rawan bencana, menjadi perhatian serius Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi nomor urut 1 Jona Arizona-Hanafie Zain (Ijabah).

Program perumahan rakyat dengan uang muka (DP) nol persen merupakan salah satu solusinya. Nantinya, warga yang tinggal di lokasi rawan bencana seperti longsor dan banjir, bisa direlokasi ke hunian atau tempat tinggal yang nyaman dan disediakan oleh pemerintah daerah.

“Kalau ada program perumahan rakyat, bisa kita prioritaskan warga yang tinggal di lereng-lereng rawan bencana untuk pindah dan tinggal di rumah yang murah,” ujar Calon Wakil Wali Kota Sukabumi Hanafie Zain kepada GOOD INDONESIA disela-sela meninjau lokasi bencana longsor di Kampung Cileles RT 05/RW 06, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Kamis 08 Maret 2018.

Calon Wakil Wali Kota Sukabumi nomor urut 1 Hanafie Zain saat makan siang bersama warga. (Foto: Dok. GOOD INDONESIA)

Menurut Hanafie, pemerintah daerah harus bisa memberikan rasa aman dan melindungi warga yang tinggal di daerah rawan bencana. Terlebih dari tujuh kecamatan di Kota Sukabumi terdapat titik daerah rawan bencana longsor dan banjir dengan tingkat kemiringan yang cukup tinggi.

“Kehadiran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memiliki peranan penting dalam mengantisipasi dan menangani setiap bencana,” katanya.

Ke depan, ungkap Hanafie, jika masyarakat memilih pasangan Ijabah untuk memimpin Kota Sukabumi akan dibentuk Rukun Warga Siaga Bencana. Tujuannya agar pihak BPBD bisa bergerak bersama-sama dengan rakyat melakukan responden cepat menangani bencana.

“Kebetulan waktu saya masih menjabat Sekda, pernah membina anggota BPBD,” tandas Hanafie yang diusung PDIP, Partai Golkar dan PKB di Pilkada Kota Sukabumi. []Herry Febrianto


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here