Dana Kampanye Pemilu 2019 tak Boleh Dilaporkan dari ‘Hamba Allah’

Ilustrasi: Simulasi pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019 oleh KPU (Teguh Indra/Bening.Media)

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI melakukan uji publik atas Rancangan Peraturan KPU (PKPU) terkait Pemilu Legislatif 2019. Uji publik di Kantor KPU, Jakarta, ini mencakup empat soal teknis mengenai cuti presiden hingga batasan dana kampanye.

Pertama, mengenai penyerahan syarat dukungan, penelitian, verifikasi calon perseorangan peserta pemilu, serta pencalonan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

Kedua, berkaitan kampanye pemilu dalam penyelenggaraan Pemilu 2019. Ketiga, soal dana kampanye dalam penyelenggaraan Pemilu 2019. Keempat, berhubungan dengan norma, standar, prosedur, kebutuhan pengadaan, dan pendistribusian perlengkapan penyelenggaraan Pemilu 2019.

Komisioner KPU Hasyim Asyari menjelaskan mengenai dana kampanye dalam penyelenggaraan Pemilu 2019, calon presiden dan wakil presiden tidak diperbolehkan menerima sumbangan tanpa identitas jelas. Dalam draf PKPU, dana sumbangan harus dijelaskan sumbernya dengan identitas otentik.

“Hamba Allah boleh tapi harus jelas identitasnya. Kalau didraf PKPU sudah kita tentukan di Pasal 25 itu bahwa identitasnya harus jelas,” ujar Hasyim di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin, 19 Maret 2018.

KPU juga mengatur sumbangan dana kampanye dari partai politik. Salah satu syaratnya yaitu adanya pernyataan sumbangan dana tidak berasal dari tindak pidana.

“Termasuk partai politik yang mau memberikan dukungan dana kampanye kepada capres-cawapres atau calon-calon DPR dan DPRD. Harus ada pernyataan bahwa yang diberikan tidak berasal dari tindak pidana,” tandas Hasyim.


Uji Ketahanan Kotak Suara

KPU pada Pemilu 2019 akan menggunakan kotak suara berbahan dasar karton kedap air dan transparan yang kuat terhadap tekanan atau desakan beban yang berat.

“Dalam peraturan kotak suara harus transparan. Dalam Rancangan PKPU, kami akan menggunakan kotak suara dari karton kedap air yang pada salah satu sisinya transparan, seperti kaleng kerupuk,” kata Komisioner KPU Pramono Ubaid
Pramono.

Ditambahkan, ketahanan kotak suara karton terhadap air telah diuji coba. Hasilnya kotak suara tidak kemasukan air jika terkena hujan, atau jatuh ke sungai atau laut. Dari segi ketahanan, kata Pramono, kotak suara sudah diuji coba dengan memberi tekanan bobot 80 kilogram, namun tidak reyot.

Dokumentasi uji coba ketahanan kotak suara karton ini sudah beredar di media massa sejak tahun lalu. KPU juga telah menyiapkan segel berjenis brittle paper stiker untuk memastikan kotak suara aman manipulasi. []TEGUH INDRA/RE


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

SumberBening.Media
Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here