Debat Kandidat Pilkada Kota Sukabumi, Munandi: Jangan Asal Ngomong

Pengmat Politik Munandi Saleh. (Herry Febrianto/PemiluUpdate.com)

Kota Sukabumi – Komisi Pemilihan Umum Kota Sukabumi telah mengagendakan debat kandidat di Pilkada 2018 hanya berlangsung dua kali. Yakni pada tanggal 12 Mei dan 20 Juni 2018.

Empat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dipastikan akan beradu gagasan dan ide selain memaparkan visi misi untuk bisa menarik simpati masyarakat.

Mereka adalah pasangan nomor urut 1 Jona Arizona-Hanafie Zain (Ijabah), pasangan nomor urut 2 Achmad Fahmi-Andri Setiawan Hamami (Faham), pasangan nomor urut 3 Mulyono-Ima Slamet (Mulia) dan pasangan nomor urut 4 Dedi R Wijaya-Hikmat Nuristawan (Dermawan).

Sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi tampaknya masih akan menjadi isu sentral yang akan dibahas dalam debat kandidat nanti. Pertanyannya, apakah debat kandidat nanti akan berlangsung ketat?. Pengamat Politik Munandi Saleh menilai tergantung sejauh mana isu yang akan ditanyakan oleh para panelis kepada setiap paslon.

Intinya ajang debat kandidat nanti menurut Munandi, menjadi kesempatan bagi seluruh paslon bagaimana membangun Kota Sukabumi selama lima tahun ke depan. Karena yang masih menjadi permasalahan saat ini terkait semrawutnya tata kota dan tidak tertatanya secara baik para pedagang karena belum selesainya pembangunan Pasar Pelita dan biaya pendidikan yang tinggi.

“Kalau berbicara permasalahan yang teridentifikasi sekarang di antaranya pasti soal Pasar Pelita. Justru bagi yang melakukan dan masih aktif di birokrasi pada saat itu, harus menjawab alasannya apa. Bagi yang belum justru harus menawarkan apa solusinya,” tandas Munandi.

Dirinya melihat akan terjadi perdebatan seru jika isu Pasar Pelita dilemparkan oleh panelis ke setiap paslon. Bahkan nanti akan terjadi paslon yang mencari pembenaran dan yang mencari kebenaran.

“Kalau memang isunya itu, pasti akan sengit. Petahana akan mencari jawaban kebenaran atau pembenaran. Apakah bisa jadi serangan paslon lain, tergantung nanti moderatornya,” tukas Munandi.

Latar belakang empat calon wali kota dan wakil wali kota sukabumi yang beberapa di antaranya memiliki rekam jejak pengalaman di bidang ekonomi (pengusaha) dan pemerintahan (birokrat) ungkap Munandi tentunya juga menarik untuk dilihat pada saat debat nanti.

Soal ekonomi tentunya yang akan lebih menguasai Calon Wakil Wali Kota nomor urut 1 Andri Setiawan Hamami dan Calon Wali Kota nomor urut 2 Jona Arizona serta Calon Wali Kota nomor urut 4 Dedi R Widjaja.

“Orang yang menguasai ekonomi antara pelaku dengan pengamat pasti akan berbeda sudut pandangnya. Begitu juga orang birokrasi yang aktif di ekonomi akan berbeda juga,” katanya.

Sedangkan soal pemerintahan atau birokrasi akan menjadi pertarungan yang cukup sengit bagi petahana Calon Wali Kota nomor urut 1Achmad Fahmi, Calon Wakil Wali Kota nomor urut 2 Hanafie Zain (mantan Sekda) dan Calon Wali Kota nomor urut 3 Mulyono (mantan Wakil Wali Kota) serta Calon Wakil Wali Kota nomor urut 4 Hikmat Nuristawan.

“Seberapa ramai tergantung isu apa yang akan dimunculkan. Ketika orang yang berbicara pemerintahan tidak memiliki basic atau latar belakang di birokrasi pasti akan diam,” tutur Munandi.

Munandi berharap seluruh paslon pada saat debat nanti tidak asal ngomong karena program yang ditawarkan sangat menentukan mau dibawa ke mana Kota Sukabumi ke depan. []Herry Febrianto


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here