MA Putuskan DIAmi Gugur, Pilwalkot Makassar Diikuti Satu Paslon

Pasangan calon Pilwalkot Makassar 2018 Mochammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) (Istimewa/teropongrakyat.net)

Makassar – Mahkamah Agung (MA) memutuskan menolak kasasi yang diajukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar, Senin, 23 April 2018. MA menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Makassar, yang menganulir pasangan calon (paslon) nomor urut 2: Mochammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi).

Mochammad Ramdhan Pomanto adalah petahana wali kota Makassar.

Sengketa pemilihan umum kepala daerah (pilkada) ini diawali gugatan paslon Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu). Paslon ini menggugat keputusan KPU Makassar atas diloloskannnya DIAmi mengikuti kontestasi Pemilihan Umum Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2018.

Majelis Hakim MA yang diketuai Supandi memutuskan sengketa Pilwalkot Makassar dengan amar putusan tolak kasasi. Isinya: putusan judex facti PTTUN Makassar sudah benar dan tidak terdapat kesalahan dalam penerapan hukum.

Putusan Nomor 250 K/TUN/PILKADA/2018 secara jelas menyatakan bahwa tergugat KPU Makassar yang meloloskan paslon Mohammad Ramadhan Pomanto dan pasangan DIAmi tidak bertindak cermat. Paslon petahana terbukti menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan yang patut dinyatakan menguntungkan diri sendiri dan merugikan kompetitornya enam bulan sebelum tanggal penetapan paslon.

MA menilai DIAmi melanggar ketentuan Pasal 71 ayat (3) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-Undang juncto Pasal 89 ayat (2) Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota, maka sesuai ketentuan Pasal 89 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2017.

MA memutuskan paslon DIAmi harus dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai kontestan Pilwalkot Makassar 2018, sebagaimana telah dipertimbangkan secara tepat dan benar oleh judex facti PTTUN Makassar. []


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here