Teror Sasar Panwaslu Makassar Saat Sidangkan Sengketa Diskualifikasi DIAmi

Lembar kertas teror kepada Ketua Panwaslu Makassar (Istimewa/fajaronline.co.id)

Makassar – Pemilihan Umum Wali Kota-Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2018 semakin panas. Setelah gelombang aksi unjuk rasa, teror bangkai ayam menerpa Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Makassar Mursari.

Teror diketahui pada Senin dini hari, 7 Mei 2018. Bangkai ayam diletakkan di depan pintu rumah, Jalan Sarappo, Makassar. Bersama si bangkai, terdapat selembar kertas bertuliskan ancaman; “Ketua Panwas, awas!!”.

Mursari menceritakan kepada pers, dirinya mengetahui aksi teror saat hendak menunaikan salat subuh. “Sekitar subuh tadi ada yang bawa itu. Pas bangun salat subuh, ditemukan di depan rumah,” tutur Nursari, Senin, 7 Mei 2018.

Apa motif pelaku? Ketua Panwaslu Makassar mengaku belum mengetahui persis. Namun, tegasnya, bila teror terkait dengan tugasnya mengawasi persiapan dan pelaksanaan pilwalkot, maka tindakan tersebut sia-sia. Panwaslu Makassar tidak akan terpengaruh pihak manapun dalam menjalankan tanggung jawab.

“Itu Bangkai ayam, seandainya baru (disembelih), pasti saya goreng,” Nursari berujar santai.

Hingga Selasa pagi, 8 Mei 2018, Panwaslu masih terus berkoordinasi dengan kepolisian. Pasca melaporkan kejadian, polisi langsung melakukan penyelidikan. Aparat berwajib memeriksa rekaman kamera pengawas, dan kini berupaya memburu pelaku.


Berkaitan Diskualifikasi DIAmi?

Pilwalkot Makassar memanas pasca pesta demokrasi di kota kemungkinan diikuti hanya satu pasangan calon (paslon). Panwaslu kini menyidangkan sengketa pilkada atas permohonan paslon petahana: Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi).

Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar, Senin (23/4/2018). MA menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Makassar, yang menganulir atau diskualifikasi paslon nomor urut 2 itu. []MIH/RE


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here