Deklarasi ‘Aher for President’, Bertepatan Sidang Doktoral

Ahmad Heryawan saat pawai Penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha yang diterimanya (25/4/2018). Penghargaan ini tanda kehormatan tertinggi pelaksanaan pembangunan (Istimewa/twitter.com)

Kota Bandung – Aktivis muda Jawa Barat yang tergabung dalam Sekretariat Nasional Gerakan Indonesia Maju (Seknas GIM) menggelar deklarasi “Aher for President”.

Gerakan itu digagas sejumlah aktivis dari beberapa elemen organisasi kepemudaan ini menilai Aher –sapaan popular Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan.

Seknas GIM melaksanakan deklarasi bertepatan dengan Sidang Ujian Promosi Doktor, Program Pasca Sarjana, Universitas Padjadjaran, Bandung, Rabu, 9 Mei 2018. Sementara deklarasi digelar di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju), Kota Bandung, tak jauh dari lokasi ujian doktoral tersebut.

Di hadapan sekitar 100 peserta deklarasi, Ketua Seknas GIM Heri Kurniawan mengatakan dukungan kepada Aher agar terjun gelanggang Pemilihan Umum Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2019 merupakan desakan arus bawah (grass root).

Pilihan sosok Aher, menurut Heri, sangat beralasan sebab yang bersangkutan telah membuktikan kapasitas dan kapabilitasnya sebagai pemimpin dan politikus.

“Deklarasi ini adalah pernyataan dukungan grass root. Dukungan ini harapan rakyat, sama sekali bukan Aher secara pribadi,” tandas Heri, mantan pengurus Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMMI).

Disebutkan, Seknas GIM sengaja memilih Monju karena monumen yang terletak tak jauh dari Gedung Sate ini berarti khusus bagi Aher. Selain sebagai monumennya para pejuang kemerdekaan di Jabar, Monju juga menjadi lokasi deklarasi dua kali pencalonan Aher sebagai calon gubernur.

“Monju itu simbol perjuangan Jabar. Juga lokasi titik awal Aher berjuang guna pengabdiannya kepada Jabar selama dua periode. Beralasan bila Seknas GIM mendeklarasikan dukungan Aher for President di Monju hari ini,” papar Heri.

Ditambahkan, Seknas GIM memilih waktu yang bertepatan dengan sidang doktoral sebab momentum ini pas dengan sikap dan pandangan aktivis muda Jabar mengenai kriteria pemimpin nasional.

“Gelar doktor yang resmi diraih Kang Aher hari ini menunjukkan keteladanan. Beliau tidak hanya menyatakan kepeduliannya pada dunia pendidikan tetapi dia mencontohkannya, di tengah kepadatan aktivitasnya masih berupaya untuk terus menuntut ilmu,” papar Heri lagi.

Judul disertasi Aher yakni “Model Keberlanjutan Bisnis di Daerah Aliran Sungai Citarum, Indonesia”. Sebelumnya, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meraih gelar master Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui tesis bertajuk “Analisis Ekonomi dan Kebijakan Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Barat”.


Sembilan Dasar

Berikut sembilan dasar GIM mendeklarasikan Aher for President, sebagai wujud kepantasan Gubernur Ahmad Heryawan memimpin Indonesia, melalui Pilpres 2019:

1. Pemimpin yang telah teruji dengan segudang prestasi baik dalam kancah nasional maupun internasional
2. Pemimpin intelek dan religius
3. Pemimpin berpengalaman
4. Pemimpin yang bersih dan bebas korupsi
5. Pemimpin yang bijak, sederhana, dan merakyat
6. Pemimpin muda, visioner dapat membawa perubahan masyarakat
7. Pemimpin yang dapat mengelola perbedaan bangsa
8. Pemimpin yang cakap berdiplomasi sehingga dapat diandalkan dalam percaturan dunia
9. Pemimpin yang dicintai rakyat

Aher termasuk sembilan kader yang disodorkan PKS sebagai bakal calon wakil presiden (capres) kepada Partai Gerindra, mendampingi capres Prabowo Subianto. Informasi yang diperoleh GOOD INDONESIA, dari sembilan nama dimaksud kini telah mengerucut ke satu nama, yakni Ahmad Heryawan. []BBI/RE


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here