Diduga Kampanyekan Putranya, Gubernur Kaltim Hadapi Sanksi Pidana Pemilu

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

Samarinda – Panwaslu Balikpapan telah memasukkan kasus pelanggaran netralitas pada Pilkada 2018 Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu).

Sentra Gakkumdu terdiri atas unsur pengawas pemilu (Bawaslu/Panwaslu, kepolisian, dan kejaksaan). Ketiga lembaga ini menangani kasus pelanggaran pemilu (pilkada, pileg, dan pilpres).

Oleh Panwaslu, Gubernur Awang diduga menggiring masyarakat untuk mendukung salah satu calon gubernur-wakil gubernur pada Pilkada 2018.

“Kemarin sudah masuk Gakkumdu. Ada ahli bahasa dan ahli pidana. Saat ini masih diproses oleh Gakkumdu. Nantinya akan diputuskan apakah naik ke tahap berikutnya atau tidak,” tandas Ketua Panwaslu Balikpapan Ahmadi Aziz kepada pers di Balikpapan, Jumat, 18 Mei 2018.

Dijelaskan, proses penanganan kasus pelanggaran pidana pemilu di Gakkumdu harus selesai dalam lima hari.

“Biasanya lima hari. Di Gakkumdu belum tentu langsung pidana. Bisa saja hanya sanksi administrasi, bisa saja juga dihentikan. Singkatnya, masuk ke Gakkumdu itu kemarin (Kamis),” tutur Ahmadi.


Coblos Nomor Dua

Kasus Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak berawal pernyataannya saat menghadiri kegiatan satu organisasi kemasyarakatan di Dome, Balikpapan.

Awang membantah penilaian bahwa dirinya tidak netral pada Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Hal yang dilakukannya adalah sosialisasi pilkada guna meningkatkan partisipasi pemilih.

“Saya membantu KPU untuk menggunakan hak pilih. Bagaimana cara praktis bagi masyarakat. Kan, ada 13 tahapan. Itu terlalu panjang kalau saya harus utarakan sampai 13 tahapan. Mulai dari tunjukkan KTP segala macam. Saya singkat,” bantah Awang, kutip tribunnews.com.

Lanjut Gubernur Awang, “Begitu sudah dapat surat suara dari KPU, pertama, buka. Kedua, coblos. Ketiga lipat lagi. Keempat, masukkan. Apa salah itu urutannya? Coba kalau kita terima, buka surat suara…. Kecuali kalau saya pakai ada gambar di sana. Kan, itu kertas kosong. Kewajiban saya sebagai Gubernur sosialisasikan pilkada. Mestinya mereka (Panwaslu) berterima kasih,” papar Awang.

Pasangan Galon Gubernur -Wakil Gubernur Kaltim Syaharie Jaang‑Awang Ferdian (Foto: Dok. GOOD INDONESIA)


Empat Paslon

Pilgub Kaltim 2018 diikuti empat pasangan calon (paslon). Nomor pilih 1, Andi Sofyan Hasdam‑Nusyirwan (Golkar dan Nasdem). Nomor pilih 2, Syaharie Jaang‑Awang Ferdian (Demokrat, PPP, dan PKB). Nomor pilih 3, Isran Noor‑Hadi Mulyadi (Gerindra dan PKS). Nomor pilih 4, Rusmadi‑Safaruddin (PDIP dan Hanura).

Calon Wakil Gubernur Awang Ferdian adalah putra Gubernur Awang. Ia mendampingi Syaharie Jaang. Paslon ini nomor pilih 2.

[Baca juga: DPRD Tunggu Keputusan Komisi ASN Soal Kasus Ketidaknetralan Sekda Rayendra]

Awang adalah politikus Golkar yang kemudian ganti perahu ke Nasdem. Putranya belakangan gagal didukung Golkar dan Nasdem.


Dilaporkan ke Kemendagri

Sebelumnya, Bawaslu Kaltim melaporkan Gubernur Awang ke Kementerian Dalam Negeri. Tepatnya pada 24 Februari 2018.

Laporan terkait pernyataan Awang saat meresmikan Museum Samarendah. Saat itu, Awang secara gamblang mengatakan mendukung pasangan Syarie Jaang dan Awang Ferdian Hidayat pada Pilgub Kaltim 2018.

“Ini terus terang hak pribadi saya, ya, bukan sebagai Gubernur. Saya mendukung Pak Syaharie Jaang dan Awang Ferdian Hidayat. InsyaAllah,” kata Awang kepada pers pasca Bawaslu melayangkan laporannya. []HPG/RE


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here