Usai Rapat Tertutup, Zulkifli Hasan Sebut Prabowo sebagai ‘Capres Kita’

Prabowo Subianto (kiri) dan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan usai pertemuan tertutup di Jakarta, Senin (25/6/2018) (Istimewa/twitter.com)

Jakarta – Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto menemui Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan, yang juga Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN).

Pertemuan berlangsung di kediaman dinas Zulkifli di Jalan Widya Chandra, Jakarta, Senin, 25 Juni 2018. Prabowo tiba sekitar pukul 10.43 WIB.

Diserbu berbagai pertanyaan jurnalis sebelum masuk ke rumah Zulhas –sapaan akrab Zulkifli Hasan, Prabowo menyinggung soal sumbangan yang dirilis partainya via aplikasi @GALANGPERJUANGAN. “Nyumbang juga boleh,” tutur Prabowo seraya tersenyum.

“Untuk itu Saudara-saudara, Sahabat-sahabat Pejuang Indonesia Raya, saya mengajak Saudara semuanya bergabung dalam gerakan penggalangan dana rakyat @GALANGPERJUANGAN ini. Kita korbankan sedikit harta kita, harta senilai sebungkus rokok atau dua bungkus mi instan kita. Kita biayai sendiri calon-calon pemimpin kita yang bersih, cerdas, dan berintegritas. Kita kalahkan kandidat calon pemimpin yang zalim dan tersandera kepentingan pemodal,” paparnya.

Pertemuan tertutup kedua tokoh partai politik (parpol) itu berlangsung singkat. Hanya sekitar 15 menit, Prabowo keluar dari tempat pertemuan, didampingi Zulkifli.

Di hadapan pers, nakhoda PAN menyebut bos Gerindra sebagai “capres kita”. Capres yang dimaksud adalah calon presiden pada Pemilu 2019. “Prabowo capres kita yang saya hormati,” ujar Zulkifli.

Ia lalu menceritakan isi pertemuannya. Zulkifli-Prabowo, kata Ketua Umum DPP PAN, menyoroti proses Pilkada 2018 yang dua hari ke depan memasuki tahap pemungutan suara.

“Kita ketahui 25-26-27 Juni adalah hari seluruh rakyat Indonesia tentukan pilihannya pada pilkada di 171 titik. Sebagai pimpinan MPR, saya meminta kepada para penyelenggara pilkada, KPU dan Bawaslu, untuk sungguh-sungguh melaksanakan pemilu yang jujur, adil, dan transparan sesuai perundangan berlaku,” tegas Zulkifli.

Ditambahkan, pihaknya menerima sorotan masyarakat seputar pentingnya netralitas. Kapolri dan Panglima TNI menyatakan polisi serta TNI harus netral. Polisi kita merah putih, bukan TNI atau Polri kandidat tertentu,” ungkap Zulkifli lagi.

Zulkifli tidak menyinggung spesifik soal pembahasan calon presiden (capres) PAN pada Pemilu 2019; apakah agar menetapkan Prabowo sebagai capres atau politikus senior PAN Amien Rais.

Namun, Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengonfirmasi bahwa pertemuan kedua tokoh tersebut membahas formasi capres-calon wakil presiden (cawapres) 2019. Menurutnya, PAN sejauh ini belum memutuskan capres-cawapres yang bakal diusung. []GOOD INDONESIA-ALY/HDN


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here