LKPI: Sudrajat-Syaikhu Unggul Tipis atas Emil-Uu di Pilgub Jabar

Calon Gubernur Mayjen TNI (Purn.) Sudrajat (kanan) dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu (kiri) pada Pilkada 2018. Duet ini diusung koalisi Gerindra, PKS, dan PAN (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

Bandung – Hasil perhitungan cepat (quick count) Lembaga Kajian Pemilu (LKPI) untuk Pilkada Jawa Barat (Jabar) berbeda dengan beberapa lembaga serupa, khususnya yang menjadi rujukan stasiun televisi swasta nasional.

Jika berita hasil perhitungan cepat yang beredar via televisi, khususnya, menempatkan pasangan Ridwan Kamil (Emil)-Uu Ruzhanul Ulum sebagai jawara Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jabar 2018, LKPI berbeda. Pemenangnya adalah duet Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

Sama dengan lembaga survei lainnya, perbedaan dua kontestan tersebut tipis.

LKPI mencatat pasangan calon (paslon) yang memperoleh suara terbanyak yakni Sudrajat-Syaikhu (30,93%). Kedua, Emil-Uu mengantongi 30,41% suara. Ketiga Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi meraup 27,49% suara. Di posisi keempat atau buncit adalah pasangan Tb. Hasanuddin-Anton Charliyan dengan 11.17% suara.

“Data kami berasal dari 2.780 TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jabar. Perhitungannya baru saja rampung pada malam ini,” ungkap Direktur LKPI Arifin Nur Cahyono kepada GOOD INDONESIA, Rabu malam, 27 Juni 2018.

Mengapa hasil perhitungan cepat hasil Pilgub Jabar 2018 oleh LKPI berbeda dengan lembaga survei lain? Ditanya demikian, Arifin tak hendak mengomentari hasil kerja lembaga survei lain. Dia cuma menegaskan bahwa perhitungan cepat yang dilakukan LKPI dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“LKPI juga melakukan survei pada Pilgub DKI Jakarta tahun lalu. Hasilnya sesuai dengan perhitungan KPU,” tandasnya.

Ditanya penjelasan kualitatif atas data LKPI tersebut, Arifin menjelaskan perhitungan awal hingga pertengahan pun menempatkan pasangan Emil-Uu lebih unggul. Di tangga kedua ada duet Sudrajat-Syaikhu. Lalu Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dan Hasanuddin-Anton.

Setelah data dari TPS di pedesaan yang jauh dari pusat kota masuk, perolehan suara Sudrajat-Syaiku bergerak naik lebih cepat dibanding Emil-Uu. Sementara dua paslon lainnya bergerak pelan.

“Dapat disimpulkan bahwa basis suara pasangan nomor 3 yakni Sudrajat-Syaiku lebih besar di pedesaan. Sedangkan Emil-Uu lebih kuat di perkotaan,” ulas Arifin. []BIH/RE


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here