ERMI YUSFA; Ke Politik karena Didesak Ulama

Calon legislator DPR Ermi Yusfa dari PKS (Hira Tanjong/PemiluUpdate.com)

Ada yang tak biasa di acara pengenalan Calon Legislator (Caleg) DPR Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan (Dapil) VI Bekasi- Kota Depok. Di antara enam caleg yang digadang PKS di Depok, ada seorang perempuan setengah baya: Ermi Yusfa terjun.

Ermi mengaku awam dipolitik. Selama ini dia berkiprah sebagai pengusaha pertambangan ini. Mengawal perusahaannya, ia intens berada di tengah masyarakat saat menjalankan program tanggung jawab sosial (CSR). Tak kurang Rp2 miliar dana disalurkan untuk pemberdayaan masyarakat level bawah.

Kepada PemiluUpdate.com di Depok, Senin, 25 September 2018, Ermi mengaku tak pernah terbersit dalam pikirannya menjadi politikus. Dia sudah menikmati lakon sebagai pekerja sosial melalui bisnisnya.

“Banyak yang mendorong saya untuk beribadah di politik. Mereka ulama, habaib, dai, dan ustaz yang menyarankan saya terjun ke arena politik. Ya, akhirnya saya cari partai yang saya nilai baik. Saya akhirnya putuskan bergabung PKS,” Ermi bercerita.

Kedekatannya dengan PKS berawal dari aktivitasnya sebagai relawan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2018. Hubungan baik berlanjut sampai sekarang walau dia bukan kader PKS namun cocok secara ideologi politik.

“Soal anggapan negatif terhadap politik, berpulang pada diri kita masing-masing. Parpol (partai politik) itu adalah kendaraan untuk berbuat baik bagi bangsa ini,” argumennya.


Didorong Ulama

Diakuinya, tokoh-tokoh Islam tempat mendapat nasihat di antaranya Arifin Ilham, Habib Rizieq Shihab, Ahmad Heryawan, dan Mahfudz Abdurrahman.

“Saya juga sempat jumpa dengan Habib Rizieg di Mekkah. Beliau mengatakan saya harus maju di parlemen demi berjuang untuk negara, Pancasila, dan kemerdekaan bangsa Indonesia,” tutur Ermi lagi.

Berbincang dengan puan pengusaha pertambangan ini, memang yang bersangkutan terkesan “lugu” bidang politik. Kesan polos serta apa adanya tergambar dari tutur kata dan pemikirannya.

“Saya tak pandai berstrategi politik. Ini nyaleg karena disarankan dan didoakan oleh tokoh Islam. Ya, sudah, saya sami’na wa ata’na (mendengar dan menurutinya) saja. InsyaAllah berkah,” tuturnya.

Ermi Yusfa (ke-2 kanan) bersama caleg PKS dapil VI Bekasi-Depok (Hira Tanjong/PemiluUpdate.com)


Yatim, Rohingya, hingga Palestina

Sudah satu dasawarsa Ermi melakukan kegiatan sosial dengan yayasan yang dimilikinya. Hingga sekarang ia memiliki sekitar 3.500 anak yatim dan fakir miskin. Sebagian mendapat beasiswa pelajar dan mahasiswa.

“Semoga terhindar dari riya karena wartawan tanya saya jawab menjelaskannya,” selanya.

Aktivitas sosial Ermi, antara lain, memberi bantuan sosial kepada pengungsi Rohingya. Ermi sempat berangkat langsung ke kawasan pengungsi di Bangladesh. Ia menyalurkan bantuan bagi sesama muslim yang terusir dari rezim Myanmar. Ermi juga rutin membantu pendidikan anak-anak korban perang di Palestina.

Selain itu, Ermi juga mengirim bantuan dan relawan korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengirim 60 penghafal Al Quran, kaum disabilitas, dan marbot masjid ke Tanah Suci untuk beribadah.


Peduli Bekasi dan Depok

Untuk Dapil VI Pileg DPR 2019 nanti, Ermi menilai di wilayah Bekasi dan Depok perlu diperhatikan pembangunan bidang pendidikan, pemuda, olahraga, dan keagamaan.

Sarana pendidikan masih dinilai minim di Kota Depok. Fasilitas sekolah sesuai dengan kebutuhan anak didik terkalahkan oleh pembangunan pesat sarana bisnis swasta.

Selain itu, tempat pembinaan pemuda dan olahraga juga tergerus pembangunan infrastruktur pemerintah dan swasta.

Akankah kader PKS ini berkiprah lebih jauh untuk masyarakat banyak melalui ladang perjuangan melalui Gedung Senayan, Jakarta? []Hira Tanjong/RE


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here