Santri Pertanyakan Serbuan TKA Cina, Ma’ruf: Karena TKI Kurang Ahli

TKA asal Cina (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

Serang – Calon Wakil Presiden (Cawapres) Ma’ruf Amin ditanyai soal serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina ke Indonesia, sejak Joko Widodo (Jokowi) berkuasa.

Pertanyaan itu dikemukakan seorang santri di Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nawawi Tanara di Serang, Banten, pada Minggu, 30 September 2018. Cawapres pendamping Jokowi itu berada di Serang dalam rangka kampanye di kalangan santri dan kiai se-Banten.

“Terkait tenaga kerja asal Cina, warga kita banyak pengangguran. Kira-kira kebijakan yang adil tentang masalah ini, bagaimana? Saya minta pendapat ke Abah?” kata santri, bertanya.

Mendapat pertanyaan “sensitif” ini, Ma’ruf –juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI)– membela pemerintah. Dikatakan, pemerintah punya aturan jelas mengenai TKA.

Menurut Ma’ruf, informasi seputar serbuan TKA Cina ke Indonesia “digoreng” kelompok tertentu. Padahal, peraturannya jelas hanya TKA yang memiliki keahlian khusus yang tidak dimiliki Tenaga Kerja Indonesia (TKI) boleh bekerja di Tanah Air. Kebijakan ini dimaksudkan guna kepentingan percepatan pembangunan.

“Yang ilegal ini harus dikembalikan ke negaranya. Harus kita usir,” tandas Cawapres Ma’ruf.

Ditambahkan, peraturan pemerintah soal TKA sudah tepat. Keahlian TKA yang dimasukkan ke Indonesia kurang dimiliki TKI. “Kalau sudah punya nggak perlu,” sebutnya.

Ma’ruf menambahkan, Indonesia harus punya human capital yang andal. Negara ini tak hanya butuh ahli fiqh yang berasal dari kalangan santri tetapi juga yang ahli bidang pembangunan, infrastruktur, perekonomian, dan lain-lain.

Dalam konteks ini, sebut Cawapres Ma’ruf, adanya bank wakaf mikro penting. Di sini santri dapat mengelola kredit keuangan masyarakat berbasis fiqh syariah.

“Kita dorong ada pendidikan vokasi di pesantren supaya nanti mampu mendorong ekonomi Indonesia,” ujar Ma’ruf.

Banten salah satu provinsi yang menjadi sasaran TKA Cina. Hal ini berkaitan dengan sejumlah proyek yang investasinya berasal dari Cina. Kondisi ini disorot berbagai pihak sebab TKA yang “diimpor” mengerjakan pekerjaan kasar.

Di wilayah Banten, bentrok antara tenaga lokal dengan TKA Cina beberapa kali terjadi. []BHW/RE


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here