Bupati dan Ketua DPRD Bergabung Demonstran Bela ‘Tampang Boyolali’

Prabowo Subianto (Istimewa/youtube.com)

Boyolali – Bupati Boyolali Seno Samodro, Wakil Bupati Boyolali Said Hidayat, dan Ketua DPRD Boyolali S. Paryanto ikut bersama sekitar seribu warganya dalam demonstrasi terhadap pidato Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto.

Menggunakan sepeda motor, demonstran menuju lokasi unjukrasa di Gedung Balai Sidang Mahesa, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Minggu, 4 November 2018.

Pidato Prabowo yang diprotes mengenai “tampang Boyolali”. Pengunjukrasa mengaku ungkapan Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu melukai hari warga Boyolali.

“Seperti Anda lihat di Balai Sidang Mahesa ini ada panggung Forum Boyolali Bermartabat. Banyak orasi, spanduk-spanduk, menyampaikan unek-uneknya, dan aspirasi masyarakat yang menanggapi pidato Prabowo yang nyinyir terhadap Boyolali,” kata Bupati Seno Samodro kepada pers usai berorasi.

Walaupun mendukung pengungkapan ekspresi kekecewaan, Seno mengingatkan agar pengunjuk rasa tetap tertib. Dia mengimbau pendemo tidak melakukan aksi anarkis.

Pidato Capres Nomor Urut 02 berisi ungkapan “tampang Boyolali” berlangsung saat meresmikan Posko Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga di kabupaten ini pada Selasa (2/11/2018).

Dalam pidatonya, Prabowo menyebutkan belum sejahteranya masyarakat saat ini. Ia lalu memberikan ilustrasi tentang ketimpangan sosial dengan menyebut “tampang Boyolali” akan terasing jika memasuki hotel-hotel mewah di Jakarta.

“Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang-tampang kalian, ya, tampang orang Boyolali ini. Betul?” kata Prabowo di hadapan para pendukungnya.


Ungkapan Kesenjangan Sosial

Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno, wakil Capres Prabowo, meminta pernyataan tersebut tidak dipolitisir. Sandiaga menegaskan inti pesan Prabowo sebenarnya adalah terkait kondisi rakyat yang belum sepenuhnya sejahtera.

“Jangan dibesar-besarkan. Kita fokus mempersatukan,” kata Sandiaga di Makassar, Minggu, 4 November 2018.

Ditambahkan, ungkapan Capres Prabowo merupakan isi hati seorang bapak bangsa yang menjelaskan fokus perjuangannya. Prabowo mengajak semua elemen rakyat untuk mengurangi kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin hari ini.

Menurut Sandiaga, jurang kemiskinan harus diselesaikan secara permanen. “Jangan sampai kita akhirnya mengerucutkan isunya yang tidak substansial sama sekali,” lanjut Cawapres Sandiaga. []GOOD INDONESIA-SUB/MIH/RE


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here