Kamis, DPRD Kota Tangerang Mediasi PHK 1.200 Pekerja PT Sulindafin

Koperasi pekerja PT Sulindafin (Foto: serpongbisnis.blog - GOOD INDONESIA)

Kota Tangerang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang mengagendakan pertemuan dengan manajemen PT Susilia Indah Synthetic Fibers Industries (Sulindafin) dan pejabat dinas terkait pada Kamis besok (5/12/2019). Pertemuan terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 1.200 karyawan Sulindafin

Perusahaan tersebut bagian Shinta Group, yang terdiri atas PT Shinta Indah Jaya, PT Sital Jaya, dan PT Sulindafin.

PT Sulindafin merupakan perusahaan swasta nasional. Mulai beroperasi pada 1980. Produk pertamanya adalah polyster POY dan DTY. Sejalan dengan perkembangannya, CHIPS dan FIBER dipadukan secara vertikal dengan unit Poly Kondensasi. Total pekerjanya sekitar 2.000 orang.

DPRD berencana memediasi soal nasib 1.200 buruh atau pekerja. Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Syahroji mengatakan pihaknya sudah memanggil pihak perusahaan dan dinas terkait; Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang dan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kota Tangerang.

“Besok (Kamis, 5/12/2019) rencananya. Suratnya sudah disampaikan,” ujar Syahroji kepada pers di Kota Tangerang, Rabu, 4 Desember 2019.

Pelaksanaan pertemuan direncanakan di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, DPRD Kota Tangerang, mulai pukul 13.30 WIB.

Perwakilan serikat pekerja tak diundang dalam pertemuan tersebut. Meskipun pihak DPRD menyampaikan agenda mediasi ke organisasi buruh.

Ketua Umum Gerakan Serikat Buruh Independen (GSBI) Dedi Isnanto mengonfirmasi ihwal koordinasi pihak DPRD dengan GSBI.

Tidak dilibatkan dalam pertemuan media, Dedi mengatakan kalangan buruh akan menggelar demonstrasi di DPRD. GSBI hendak mengawal proses mediasi.


Disnaker Sudah Panggil

Sementara itu, pihak PT Sulindafin meminta Disnaker Kota Tangerang menunda pemanggilan terhadap mereka. “Dari perusahaan nggak datang, minta diundur waktunya,” ujar Kepala Disnaker Kota Tangerang Rakhmansyah kepada awak media di Kota Tangerang, Rabu, 4 Desember 2019.

Sebelumnya, Rakhmansyah telah mengirim surat panggilan untuk manajemen Sulindafin atas PHK yang dinilai sepihak oleh aliansi buruh. Disnaker meminta Sulindafin menjelaskan informasi dan tuntutan aliansi buruh yang tergabung dalam Gerakan Serikat Buruh Independen (GSBI).

Mereka menuntut agar 1.200 karyawan Sulindafin yang telah di-PHK dibatalkan dan motif penutupan perusahaan diusut tuntas.

Ketua Umum GSBI Dedi Isnanto menegaskan para buruh meminta agar kembali dipekerjakan sebagai karyawan tetap.

“Kami menuntut untuk dipekerjakan lagi di PT Sulindafin,” ujar Dedi di Gedung Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Senin (2/12/2019).

Dedi juga mengatakan GSBI mendesak DPRD Kota Tangerang mengusut penutupan perusahaan tersebut. Pasalnya, perusahaan dinilai tidak berniat untuk menutup perusahaan, tetapi hanya ingin mengubah status pekerja dari karyawan tetap menjadi pekerjaan lepas harian.


Pabrik di Tangerang dan Bekasi Tutup

Serikat Pekerja Nasional (SPN) melalui situs web resminya, spn.or.id, melansir informasi PT Sulindafin pada 26 November 2019. Pabrik yang ditutup berada di Kota Tangerang, Banten, dan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar).

Rencana penutupan disampaikan melalui keterangan tertulis Presiden Direktur PT Sulindafin Hendra Herminjanto tertanggal 11 November 2019.

Menurut Ketua PSP SPN PT Sulindafin Kabupaten Bekasi Masan Sugiarto, perusahaan sudah mengundang semua SP/SB yang ada untuk melakukan perundingan bipartit. Hasilnya tidak ada kesepakatan alias deadlock.

Perusahaan disebutkan hanya mau membayar pesangon seluruh pekerja sebesar 70 persen dari satu kali Pasal 156 UU Nomor 13/2003 dan dilakukan secara cicil.

PSP SPN PT Sulindafin Kabupaten Bekasi sudah melaporkan hal ini kepada Disnaker Kabupaten Bekasi agar membantu penyelesaian masalah. Apabila masalahnya tidak dapat diselesaikan di Disnaker maka kasus ini akan terus dibawa ke ranah penyelesaian perselisihan hubungan industrial (PPHI). []GOOD INDONESIA-SUA/RMK


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here