KTT 2019 Pan Afrika Khusus Bahas ‘Genosida Hitam’ di Papua

Delegasi KTT 2019 Kelompok Negara Karibia dan Pasifik Afrika (Foto: gpanreunification.org - GOOD INDONESIA)

Nairobi – Pemimpin Kemerdekaan Papua Barat Benny Wenda dan Menteri Luar Negeri Vanuatu Ralph Regenvanu menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-9/2019 Kelompok Negara Karibia dan Pasifik Afrika (African Caribbean and Pacific Group of States, ACP) di KICC, Nairobi, Kenya.

Situs web Gpanreunification.org melansir KTT itu diikuti kalangan diaspora Afrika di seluruh dunia. Peserta yang hadir berasal dari 51 negara di Afrika, 14 di Pasifik, dan 10 di Karibia.

KTT 2019 khusus membahas tema rasisme dan kejahatan hak asasi manusia HAM di Papua, Indonesia.

Disebutkan, “Papua Barat adalah rumah kita. Sekarang waktu yang tepat bagi Afrika untuk mendukung Papua Barat, dengan mengambil tindakan untuk mengakhiri ‘genosida hitam’ di sana.”

Dilansir pula bahwa lebih 500.000 orang Papua terbunuh di Papua Barat. Setiap hari orang-orang Papua dijebloskan ke penjara karena menyatakan keinginan mereka merdeka.

“Waktunya telah tiba bagi dunia untuk menanggapi kekejaman terhadap orang-orang keturunan Afrika di Papua Barat,” papar situs web milik Global Pan Africanism Network (GPAN).

Wakil Presiden Kenya William Ruto menyambut delegasi yang tiba di lokasi konferensi.

Pra konferensi digelar sejak 6-10 Desember 2019. Sesi ini diisi pameran ekonomi pedesaan. Pada 8 Desember, peserta membahas khusus tema pemberdayaan perempuan dan remaja di negara-negara ACP.

Puncak KTT berlangsung dua hari sejak Senin, 9 Desember 2019. Agenda puncak dihadiri kepala negara dan pemerintahan.

GPAN merupakan organisasi Hak Sipil Internasional dan Pan Afrika untuk menyatukan kembali semua orang keturunan Afrika, serta mengadvokasi hak-hak dan kebebasan mereka di seluruh dunia. Organisasi ini terdaftar di Accra, Ghana. []GOOD INDONESIA-RUT


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Thanks for sharing

  1. VIRUS CORONA TAHUN 2020 INI, MOMENT UNTUK DEKLARASI KEMERDEKAAN RAKYAT WEST PAPUA..?

    Hahahaha sayang!
    Manusia keturunan Africa di muka planet bumi ini, menutup pikiran dan mata oleh covid 19 tahun 2020 ini. Sehingga mengabaikan keinginan saudara sesame rasis rakyat papua barat di indonesia.

    Wabah virus corona yang melinda santoro planet bumi ini adalah Dengan kesengajaan Tuhan memberikan ke empatan until menemukan kemerdekaanya, tetapi mengapa ras kulit hitam di muka bumi ini mengabaikannya?

    Sehingga alamat, pokes empatan dari Tuhan hanya satukali, mungkin ada kedua kali tetapi akan terjadi seperti virus covid ini 50 -100 tahun kedepan lagi. Maka rakyat I west papua keturunan afrika menunggu virus seperti corona 50 hingga 100 tahun kedepan baru, di manfaatkan kemerdekaan lagi.

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here