HUSSEIN EL DOR; Jejak Sebelum ke PSM

Hussein El Dor (kiri) (Foto: facebook.com - GOOD INDONESIA)

Persatuan Sepak Bola Makassar (PSM) disebut-sebut segera meresmikan Hussein El Dor, sebagai pemain asing Asia-nya, guna menghadapi kompetisi Liga 1 2020.

Rumor yang mengalir deras, pesepak bola kelahiran Kharayeb, Lebanon, pada 19 Januari 1994, bakal menggantikan posisi Aaron Evans.

Kebetulan Evans yang dikabarkan berpisah dengan Juku Eja –julukan PSM– juga mengisi slot pemain Asia selama dua musim. Juga pemain asal Australia ini berposisi sama dengan El Dor, yakni defender.

PSM pada musim lalu finis di dasar papan tengah. Capaian ini mau tidak mau mengundang sorotan pada performa lini pertahanan. Atas situasi ini El Dor mengemban misi berat. Ia dituntut mencegah agar gawang Ayam Jantan dari Timur –gelar lain PSM– tak kebobolan sebanyak musim 2019.

Mampukah El Dor mengemban misi tersebut? Jawabannya tentu saat kompetisi telah berlangsung. Namun perjalanan karier El Dor dapat memberikan gambaran atas potensi pemain belakang ini.

Tinggi El Dor 190 cm. Cukup jangkung untuk menghalau serangan bola udara.

Sebelum ke Makassar, El Dor memperkuat Perak Football Association (Perak FA), klub yang bermarkas di Perak Stadium, Ipoh, Perak, Malaysia, sejak 17 Mei 2019.

El Dor dan kawan-kawan gagal mempertahankan prestasi Bos Gaurus –julukan Perak FA. Pada Malaysia Super League 2018, Perak menempati posisi runner-up. Sementara tahta jawara diraih Johor Darul Ta’zim, yang mempertahankan prestasinya hingga kali kelima tanpa jeda.

Pada 2019, posisi kedua ditempati Pahang. Sedangkan posisi klasemen teratas atau juara lagi-lagi Johor Darul Ta’zim.

Atas prestasi musim 2019 itu, dan tentu berdasar performa individual, manajemen Perak FA tidak memperpanjang kontrak El Dor. Ia didepak bersama Brendan Gan (selanjutnya ke Selangor, peringkat ketiga musim 2019), Nor Hakim Hassan, dan Ronaldo.

Bergabung di paruh kedua musim, El Dor cukup mendapat kepercayaan Pelatih Mehmet Durakovic. Menurut data Soccerway, juru taktik berkebangsaan Australia ini menurunkan El Dor dalam enam laga.

Keenam laga, nama El Dor masuk starting XI. Lima di antaranya bermain penuh 90 menit. Dengan total bermain 530 menit, pemain berusia 25 tahun ini mengoleksi satu kartu kuning.

Sebelum bersama klub yang berdiri pada 1921 dimaksud, El Dor beraksi di I-League, India. Ia memperkuat Churchill Brothers FC, tetap sebagai defender.

El Dor dua musim di liga India, yakni 2017/2018 dan 2018/2019. Masih berdasar data Soccerway, ia bermain selama 990 menit pada musim pertamanya, dengan 11 kali laga. Dalam kesebelas pertandingan, nama El Dor turun masuk dalam starting XI. Keseluruhannya bermain penuh. Kartu kuning yang dibukukan dua.

Pada musim keduanya, menit bermain El Dor bertambah menjadi 1.118 menit. Dia turun dalam 14 laga dan seluruhnya main sejak menit pertama. El Dor tidak bermain penuh hanya dua laga. Kartu kuningnya empat.

Hussein El Dor (Foto: trendsmap.com – GOOD INDONESIA)

Merunut catatan Footystats, selama 14 laga terakhirnya, Churchill Brothers membukukan rata-rata 1,21 gol. Rasio tanpa kebobolan (clean sheets) 21 persen. Artinya El Dor mampu menjaga gawang klub yang mengunci posisi keempat pada musim 2018/2019 ini tanpa kebobolan dalam tiga pertandingan sepanjang 14 laga yang melibatkan dirinya.

Kembali ke belakang, El Dor memperkuat New Radiant, klub di Maladewa, pada 2017. Di sini, klub yang dibelanya menjadi juara Liga Premier Dhivehi.

Sebelum ke Maladewa, El Dor sempat menjalani uji coba di Barito Putera. Tepatnya pada 2013. Ia juga sempat menjajaki tes di Benfica FC, klub Portugal, pada 2016.

Barito tak jadi menawarkan kontrak kepada El Dor setelah menjalani tes dalam laga uji coba Barito melawan tim Pekan Olahraga Nasional (PON) Kalimantan Selatan.

El Dor sendiri masuk pada babak kedua. Dipasangkan dengan Mamadou El Hadji, El Dor sebenarnya mampu menghalau semua serangan sehingga gol lawan tak terjadi. Namun pada saat yang sama, Barito juga gagal menciptakan gol.

Usai pertandingan uji coba ini, ia dipulangkan. “Kami putuskan Hussein bukan yang dipilih untuk menjadi bagian tim Barito Putera,” kata Mundari, pelatih Barito saat itu.

Catatan di atas menunjukkan, Al Dor malang-melintang sebelum bergabung ke klub tertua di Indonesia, PSM Makassar. []GOOD INDONESIA-RE


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here