UI Meradang atas Aksi Alumnus Predator Seks Reynhard Sinaga

Reynhard Sinaga (Foto: cnn.com - GOOD INDONESIA)

Jakarta – Universitas Indonesia (UI) meradang atas kasus Reynhard Sinaga, warga negara Indonesia (WNI), yang terbukti melakukan pemerkosaan terhadap ratusan pria di Manchester, Inggris.

Pria Indonesia itu juga terbukti melakukan kekerasan seksual terhadap sesama jenisnya, yang didokumentasikan dalam ratusan arsip video.

Ia terbukti melakukan 159 kasus perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 orang pria, selama rentang waktu dua setengah tahun, dari 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017.

Di antara kasus tersebut terdapat 136 tindakan perkosaan, yang sejumlah korban diperkosa berkali-kali.

Atas fakta di persidangan, pengadilan Inggris memvonis Reynhard dengan hukuman penjara seumur hidup. Aksi asusilanya yang dinilai sebagai “kejahatan pemerkosaan berantai terdahsyat” di Inggris mengundang penyematan julukan “predator seks” kepada mahasiswa program doktoral ini.

[Baca juga: Fusi Foundation Gelar Kekuatan Dahsyat Wakaf di UI]

Pihak UI tak menerima pengaitan kelakuan bejat dimaksud dengan almamaternya, Universitas Indonesia. Meskipun demikian, UI tidak membantah Reynhard merupakan alumnusnya.

Kepala Hubungan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi Publik (Humas dan KIP) UI Rifelly Dewi Astuti menyatakan harapannya agar perbuatan Reynhard tidak dikaitkan dengan statusnya sebagai mantan mahasiswa UI.

“Meski yang bersangkutan alumni Universitas Indonesia, perbuatannya sama sekali tidak terkait dengan statusnya sebagai alumni Universitas Indonesia,” tutur Rifelly dalam keterangannya kepada Detikcom, Selasa, 7 Januari 2020.

UI, menurut Rifelly, mengutuk perbuatan Reynhard. Perguruan tinggi terbesar di Indonesia ini juga prihatin atas apa yang dialami para korban. Perilaku Reynhard bertentangan dengan hukum dan kemanusiaan.

Rifelly juga menegaskan lembaga UI menghormati putusan pengadilan yang menyidangkan kasus Reynhard. UI menghormati putusan hukuman penjara seumur hidup kepada Reynhard.

Reynhard Sinaga di apartemennya di Manchester (Foto: terasjabar.id – GOOD INDONESIA)

“Universitas Indonesia sebagai lembaga pendidikan tetap berkomitmen melaksanakan tugas pengajaran dan pendidikan. Utamanya mendidik generasi muda yang berintelektualitas tinggi dan berbudi luhur selaku penerus bangsa,” ungkap Rifelly lagi.

Berbagai media memberitakan pada Senin (6/1/2020) ihwal vonis yang dijatuhkan Pengadilan Manchester kepada pria Indonesia berusia 36 itu. Pengadilan memiliki bukti kuat berupa ratusan arsip video kekerasan seksual yang dilakukannya.

Modus Reynhard adalah menawarkan apartemen untuk menginap bagi pria muda yang mabuk. Di apartemen itulah kemudian Reynhard memperkosa korbannya. Aksi asusila direkam secara khusus oleh pelaku. Karenanya julukan “predator seks” disematkan kepada Reynhard.

Reynhard tiba di Inggris dengan visa pelajar pada 2007. Dia telah menyandang dua gelar dalam bidang sosiologi dari Universitas Manchester. Saat diciduk polisi pada 2017, Reynhard sedang merampungkan pendidikan doktoralnya (PhD) di Universitas Leeds. []GOOD INDONESIA-RUT


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here