Kekayaan Maritim Indonesia Bikin Ngiler

Tuna sirip kuning tangkapan nelayan (Foto: jurnalasia.com - GOOD INDONESIA)

Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki 17 ribu pulau lebih yang membentang dari Sabang hingga Merauke.

Luas wilayahnya sekitar 7,81 juta kilometer persegi. Terdiri atas daratan 2,01 juta kilometer persegi dan lautan 3,25 juta kilometer persegi, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) 2,55 juta kilometer persegi.

Karena luas perairan yang lebih luas ketimbang daratannya maka Indonesia masuk kelompok negara maritim.

Wilayah pesisir Indonesia sungguh indah. Nyiur melambai di mana-mana. Pantai pasir putih terhampar di sekitarnya.

Itu di daratan. Di dasar perairannya, luas terumbu karang Indonesia mencapai 50.875 kilometer persegi. Juga tak kalah cantik dibanding rayuan pulau kelapa.

Terumbu karang Indonesia menyumbang tak kurang 18 persen luas total terumbu karang dunia dan 65 persen luas total coral triangle. Sebagian besar terumbu karang ini terhampar di perairan bagian timur Indonesia.

Isi lautan bangsa besar ini sungguh mewah. Beragam jenis ikan, udang, dan berbagai jenis hewan laut membuat iri bangsa lain.


Bernilai Rp1.772 Triliun

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat perkiraan kasar potensi laut Indonesia hingga Maret 2019 senilai Rp1.772 triliun. Angka ini sama dengan 93 persen total pendapatan dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ) 2018.

Angka kasar tersebut belum termasuk perhitungan-perhitungan subjektif yang membuat nilai kekayaan berbeda-beda di setiap daerah. Juga belum termasuk keragaman hayati lainnya lagi yang perlu diverifikasi nilainya.

Ikan di laut (Foto: theconversation.com – GOOD INDONESIA)

Di posisi Rp1.772 triliun, di antaranya Rp312 triliun sektor perikanan, Rp45 triliun terumbu karang, Rp21 triliun mangrove, Rp4 triliun lamun, Rp560 triliun kekayaan pesisir, Rp400 triliun bioteknologi, Rp20 triliun wisata bahari, Rp210 triliun minyak bumi, dan Rp200 triliun transportasi laut.


Pemanfaatan Minim

Sayangnya, potensi raksasa laut nusantara belum diiringi pemanfaatan maksimal. Berbagai kendala menjadi alasan.

Data United Nations Development Programme (UNDP) menyebutkan nilai sumber daya dan jasa laut Indonesia mencapai $2,5 triliun per tahun. Sebanyak 25,14 persen total penduduk miskin nasional menggantungkan hidup dari laut.

[Baca juga: Mengapa Negara Kepulauan Republik Indonesia Membanggakan?]

The State of World Fisheries and Aquaculture (FAO, 2018) memang menyimpulkan Indonesia konsisten sebagai penghasil utama perikanan tangkap dan budi daya dunia yang terus memperkuat produksi di berbagai sektor selama dua dekade terakhir.

Pada 2016, FAO mencatat Indonesia bukan hanya menghasilkan 23,5 juta ton untuk gabungan perikanan tangkap –laut dan perairan umum– maupun budi daya, tetapi juga menyumbang 7,4 persen total 81,6 juta ton perikanan tangkap dunia.

Secara global, Indonesia menduduki peringkat dua setelah Cina. Indonesia menghasilkan enam juta ton tangkapan laut.

Komoditas utama yang paling banyak menyumbang devisa negara adalah udang (termasuk lobster), disusul tuna, cakalang, dan tongkol, pun rumput laut sebagai salah satu komoditas terberat meski nilai jual tak setinggi udang.

Jumlah besar itu belum memanfaatkan sampai setengah potensi perikanan laut Indonesia.

Meskipun, berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), potensi sumber daya ikan di Indonesia terus meningkat sejak tahun 1997 dan mencapai 12,5 juta ton pada 2017. Minimnya pemanfaatan potensi laut akibat nelayan belum didukung teknologi perikanan yang memadai.

Nelayan tradisional (Foto: tandaseru.id – GOOD INDONESIA)


Lima Fakta

Berikut lima fakta tentang lautan Indonesia versi UNDP:

1. Indonesia terdiri atas sebagian besar Segi Tiga Karang. Di dalamnya mengandung sekitar 76 persen spesies karang dunia dan 37 persen spesies ikan terumbu karang dunia.
2. Indonesia memiliki keanekaragaman ikan terumbu karang tertinggi di dunia.

[Baca juga: Bentang Kepulauan Indonesia Seperdelapan Lingkar Bumi]

3. Sekitar 54 persen pasokan protein hewani Indonesia berasal dari ikan dan makanan laut. Negara ini memasok sekitar 10 persen komoditas laut global.
4. Kehidupan laut Indonesia berada di bawah ancaman penangkapan ikan yang berlebihan dan menipisnya persediaan.
5. Sebanyak 2,8 juta rumah tangga di Indonesia terlibat langsung dalam industri komoditas laut.

Kekayaan laut Indonesia jelas senilai harta karun. Jika diibaratkan mobil maka nilai maritim negara kepulauan ini bak super car edisi terbatas. Mewah nian, yang seharusnya tak hanya membuat warganya bangga, namun juga senantiasa bersyukur. Mari memanfaatkannya untuk kesejahteraan rakyat kebanyakan. []GOOD INDONESIA-RE


Rujukan
:
Gatra.com
Undp.org
Kkp.go.id


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here