Penjelasan Lima Pekerjaan Paling ‘Hot’ Versi Nadiem Makarim

Nadiem Makarim (Foto: dailysocial.id - GOOD INDONESIA)

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memaparkan lima pekerjaan yang paling dicari di Indonesia belakangan ini dan beberapa tahun ke depan.

Nadiem menyebutnya sebagai pekerjaan paling “hot” alias sangat dibutuhkan atau peluangnya sangat terbuka.

Di hadapan milenial pada acara Indonesia Millennial Summit (IMS) 2020 di The Tribrata, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020, Nadiem menjelaskan pakerjaan dimaksud. Masing-masing analis, user experience (UX) researcher, UX designer, software engineer, dan product management.

“Itu adalah lima job yang paling hot di Indonesia saat ini,” tukas Nadiem.

Menurutnya, anak muda yang memilih bidang itu diyakini pasti mendapat pekerjaan yang terbaik. Mengapa? Karena keahlian yang dimilikinya sangat dibutuhkan masyarakat atau dunia bisnis hari ini dan mendatang.

“Saya jamin siapapun yang di bidang itu nggak mungkin nggak dapat pekerjaan,” tutur Mendikbud.

Kalaupun ada yang ahli di kelima bidang dimaksud masih menganggur, kata Nadiem, disebabkan yang bersangkutan belum mengikuti pelatihan khusus.

“Dia belum benar-benar dilatih di situ. Makanya harus dilatih lagi di perusahaan,” Nadiem menambahkan.


Penjelasan Kelima Keahlian

Berikut penjelasan singkat seputar kelima pekerjaan yang disebutkan Mendikbud Nadiem, yang dihimpun GOOD INDONESIA.


Analis

Analis merupakan pekerjaan yang menyenangkan, namun cukup menyita banyak waktu. Analis hampir terdapat di setiap bidang pekerjaan semisal kesehatan, politik, ekonomi, teknologi, dan lain-lain.

Seorang analis harus dapat menguraikan, membedah, memilih bagian-bagian dan dapat mengenal keseluruhan antarbagian secara baik.

Analisis bagian utama pekerjaan analis. Secara sederhana dapat dijelaskan sebagai kemampuan memecahkan atau menguraikan suatu materi atau informasi menjadi komponen-komponen yang lebih kecil sehingga lebih mudah dipahami.

Kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang analis adalah memahami tentang data, informasi, dan pengetahuan.


UX Researcher

UX researcher adalah seseorang yang bekerja untuk mencari informasi dari target pengguna (user) seputar perilaku dan kebutuhan yang kemudian dianalisis untuk menghasilkan desain yang sesuai kebutuhan pengguna.

[Baca juga: Atasi Pengangguran di Sumsel, Aswari-Irwansyah Keluarkan Jurus OKE OCE]

Seiring berkembangnya dunia digital, profesi ini semakin banyak dibutuhkan.

Beberapa pekerjaan seorang UX researcher:

1. Secara sistematis mengumpulkan data dan informasi mendalam mengenai kebutuhan pengguna
2. Menganalisis hasil penelitian
3. Bekerja sama dengan product manager, engineer, dan desainer untuk menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Ilustrasi: Tugas atau kegiatan UX researcher (Foto: testingtime.com – GOOD INDONESIA)

Beberapa skill atau keahlian yang dikuasai:

1. Mampu mengolah data dan menganalisis. Hasil penelitian dan analisis UX researcher diterapkan ke dalam suatu produk yang akan disajikan kepada pengguna. Karenanya UX researcher harus mampu menganalisis dan mengolah data dengan baik.

2. Memahami perilaku pengguna. UX researcher memahami perilaku pengguna (user) dan pengetahuan mengenai perilaku manusia. Misalnya, segi sosiologi, komunikasi, antropologi, psikologi hingga ilmu informasinya.

3. Mengerti proses design thinking. Design thinking adalah proses menciptakan sesuatu yang inovatif dan dapat menjadi solusi bagi masalah yang dimiliki pengguna. Sebagai UX researcher, penting mengerti proses ini guna menghasilkan produk yang dapat dibutuhkan pengguna.

4. Melakukan perencanaan penelitian. Sebelum menjalankan penelitian, penting merencanakan penelitian secara matang. Memahami data apa saja yang perlu dikumpulkan guna mendapatkan hasil sesuai dengan target.

5. Mampu melakukan presentasi mengenai hasil olahan data. Sebagai UX researcher juga harus bisa mempresentasikan hasil data kepada tim yang bersangkutan. Misalnya, ke tim desain, produk, dan developer dengan cara yang terorganisir.

6. Mampu menciptakan strategi berdasarkan hasil riset. Bukan sekadar riset dan menganalisis, seorang UX researcher juga perlu mampu menciptakan strategi yang tepat berdasarkan hasil riset tersebut.


UX Designer

UX designer adalah pekerjaan yang semakin sering didengar akhir-akhir ini. Ia salah satu bidang penting dalam pengembangan produk.

Dulu orang mengenal istilah “desain grafis”. Seiring teknologi digital dan interaksi digital berkembang pesat, muncul fokus baru tentang “the feel” pada sebuah desain, yang sekarang dikenal dengan istilah “user experience” (pengalaman pengguna).

Jika UX adalah tentang pengalaman pengguna saat berinteraksi dengan sebuah produk maka UX designer adalah proses seorang perancang mencoba menentukan apa pengalaman untuk pengguna tertentu. Meskipun tidak dapat benar-benar merancang pengalaman pengguna yang pasti dan tepat, namun dapat merancang kondisi pengalaman yang pengguna inginkan.

Ilustrasi: Pekerjaan software engineer (Foto: careerbuilder.com – GOOD INDONESIA)


Software Engineer

Software engineer adalah pekerjaan di dunia IT. Deskripsi kerjanya berupa aktivitas engineering (analisis, rekayasa, spesifikasi, implementasi, dan validasi) untuk menghasilkan produk berupa perangkat lunak yang digunakan untuk memecahkan masalah pada berbagai bidang.

Tugas seorang software engineer mirip dengan pekerjaan programmer dan system analyst. Software engineer diwajibkan paham mengenai keduanya.

Yang membedakan software engineer dengan kedua profesi tersebut adalah seorang software engineer harus mendalami ilmu mengenai Software Development Life Cycle (SDLC) sebagai modal untuk mengembangkan software, mulai requirement hingga maintenance.

[Baca juga: Natalius Pigai Beberkan Data Jokowi Pengabdi Orang Kaya]

Profesi ini dibutuhkan oleh perusahaan yang memang bergerak di bidang IT, khususnya bidang pengembangan software. Jenis pekerjaan ini banyak dicari perusahaan perangkat lunak di dunia.

Untuk menjadi seorang software engineer, harus memiliki latar belakang pendidikan tertentu yang memberikan bekal untuk melakukan kerja dengan baik dan benar. Selain ini, setelah lulus pendidikan, seorang software engineer juga dituntut memiliki pengalaman cukup dalam pekerjaan, yaitu mengikuti pekerja magang dalam proyek.

Software engineer juga harus terus memperbaharui pengetahuan dan keterampilannya karena perkembangan teknologi komputer berkembang sangat cepat.


Product Management

Product management adalah bidang yang telah ramai sejak sekitar 15 tahun lalu. Bidang ini semakin banyak diminati karena pertumbuhan teknologi yang semakin pesat di dunia bisnis.

Inti pekerjaannya menghasilkan suatu produk dengan kualitas baik. Begitu pula strategi bisnis atas produk tersebut.

Untuk menghasilkan produk digital berkualitas, tentunya diperlukan manajemen tim yang tertata.

Menjadi seorang product management harus memahami seluruh aspek bisnis suatu perusahaan. Dengan demikian, ia bisa mulai mengatur seluruh aspek kerja tim, dalam perusahaan tempatnya bekerja. Hal ini semua demi menghasilkan suatu produk berkualitas tinggi, sesuai standar perusahaan, dan sukses di pasaran. []GOOD INDONESIA-ALY


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here