Kapal Selam KRI 405 Alugoro 100 Persen Karya Putra-putri Indonesia!

KRI 405 Alugoro (Foto: pal.co.id - GOOD INDONESIA)

PT PAL Indonesia (Persero) kembali membuktikan keandalannya. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini, yang bergerak di sektor industri strategis pertahanan Indonesia, khususnya matra laut, baru-baru ini mengukuhkan kemampuannya memproduksi kapal selam bernama Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) 405 Alugoro.

Melalui situs resminya, pal.co.id, perusahaan yang operasinya berawal di galangan kapal Marine Establishment (ME) milik Kolonial Belanda yang diresmikan pada 15 April 1939, melansir informasi perkembangan terbaru produk kapal selam dimaksud pada Selasa, 21 Januari 2020.

Diungkapkan, kapal selam 100 persen karya anak bangsa Alugoro telah menjalani tahapan Nominal Diving Depth (NDD) di Perairan Utara Pulau Bali. NDD merupakan bagian 53 item Sea Acceptance Test (SAT) Alugoro. Tahapan NDD dinyatakan berhasil. KRI 405 Alugoro mampu menyelam hingga kedalaman 250 meter.

Menurut Kepala Divisi Kapal Selam PT PAL Indonesia (Persero) Satriyo Bintoro, tahapan NDD sangat penting karena setelah tahapan NDD berhasil dilaksanakan dapat disimpulkan 90 persen proses pembuatan telah rampung.

Tahapan NDD Kapal Selam Alugoro ditinjau langsung oleh Kepala Dinas Kelaikan Materiil Angkatan Laut (Kadislaikmatal) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Rachmad Hartoyo, Project Officer Kementerian Pertahanan (Kemhan) Laksma TNI Listiyanto, Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh, dan Executive Vice President Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Su Joon Yoo.

KRI 405 Alugoro merupakan kapal selam ketiga dari batch pertama kerja sama pembuatan kapal selam antara PT PAL Indonesia (Persero) dengan DSME, perusahaan Korea Selatan (Korsel).

PT PAL menegaskan keberhasilan pembuatan Alugoro menjadikan Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam. Kapal selam ini sepenuhnya dibangun di fasilitas PT PAL Indonesia (Persero).

Dalam pengerjaan joint section, PT PAL berhasil menyelesaikan seluruh tahap dengan predikat zero defect.

Peluncuran serta pemberian nama kapal dilakukan pada 11 April 2019 di Dermaga Kapal Selam PT PAL Indonesia (Persero). Setelah itu Alugoro menjalani berbagai proses pengujian, seperti Harbour Acceptance Test (HAT), SAT, dan direncanakan diserahkan kepada Kemhan untuk digunakan oleh TNI AL pada Desember 2020.

Alugoro berjenis Diesel Electric Submarine U209 / 1400 (KSDE U209 Chang Bogo Class) memang pesanan TNI AL, yang dibangun PT PAL bersama DSME dalam skema transfer teknologi.

Indonesia memesan tiga kapal selam dari DSME, sebanyak dua unit sudah dibuat di Korsel, yakni KRI 404 Ardadedali dan KRI 403 Nagapasa. Sedangkan KRI 405 Alugoro diproduksi di galangan kapal milik PT PAL.

Kapal U209 Chang Bogo Class memiliki panjang 61,3 m dengan kecepatan mencapai 21 knot ketika berada di bawah air, mampu membawa 40 personel. Kemampuan jelajahnya hingga 50 hari dan didesain dengan life time 30 tahun.

Bobot total kapal selam tersebut sebesar 1.460 ton saat muncul di permukaan dan 1.596 ton ketika menyelam di bawah permukaan.

KRI 405 Alugoro jalani rangkaian proses uji coba (Foto: pal.co.id – GOOD INDONESIA)

Keberhasilan pembuatan kapal selam ini bisa jadi pelajaran berikutnya. Apalagi Menhan Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator (Menko) Kamaritiman Luhut Pandjaitan akan membeli kapal long ocean atau kapal panjang. Disebut-sebut kapal Iver Huitfeldt-Class buatan Denmark menjadi incaran. Indonesia berupaya agar pembelian kapal perang ini pun menerapkan skema transfer teknologi.


Tiga Kapal Selesai 77 Bulan

PT PAL menargetkan penyerahan batch ke-2 dalam waktu 77 bulan atau sekitar enam hingga tujuh tahun ke depan. Saat ini, perusahaan yang operasionalnya berpusat di Surabaya ini fokus dalam tahap learning growth untuk menguasai pembuatan, pengujian, dan pemeliharaan kapal selam.

KRI 405 Alugoro dipastikan memiliki spesifikasi mumpuni seperti kapal selam sebelumnya; KRI Nagapasa dan KRI Ardadedali.

Kapal selam ke-2, KRI Ardadedali saja memiliki panjang 61,3 meter dan diameter 6,2 meter dengan draft 5,7 meter yang mampu membawa 40 kru kapal.

Kemampuan selamnya mencapai kedalaman Maximum Diving Depth (MDD) 300 meter dan Nominal Diving Depth (NDD) 250 meter. Kapal ini melaju hingga 21 knot di bawah air dan 12 knot di permukaan. Kapal selam ini mampu bertahan 50 hari di dalam air.

Sementara, Alugoro sudah dibekali dengan berbagai sensor pengindraan yang memenuhi fungsi asasi kapal selam. Platform kapal selam U209 mampu dipasangi peluru kendali, namun kembali pada prioritas fungsinya.

Peluncuran KRI 405 Alugoro (Foto: jawapos.com – GOOD INDONESIA)


Butuh 12 Kapal Selam

Untuk mengamankan laut Indonesia, TNI AL hari ini membutuhkan paling sedikit 12 kapal selam. Jika tidak ada aral melintang, negara maritim ini memiliki tujuh kapal selam pada akhir 2020.

Armada kapal selam bagi Indonesia menilai strategis guna membangun kekuatan pertahanan di bawah air. Terlebih lagi jika nantinya dilengkapi peluru kendali. Armada kapal selam jelas semakin mengukuhkan wibawa TNI AL dalam mengawal kedaulatan perairan Indonesia.

TNI AL kini diarahkan memiliki 71 ribu personel. Bersama kemampuan segenap prajuritnya, TNI AL juga terus menguatkan empat komponen dasarnya, yakni kapal perang, pesawat udara, marinir, dan pangkalan. []GOOD INDONESIA-RE


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here