Petani Madiun Harap Pemerintah Atasi Kelangkaan Pupuk Subsidi

Petani tebar pupuk (Foto: kabarindotimur.id - GOOD INDONESIA)

Kabupaten Madiun – Petani di Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim), mempertanyakan kelangkaan pupuk bersubsidi pada musim tanam awal 2020. Namun, pupuk nonsubsidi membanjiri depot-depot penjualan.

Informasi yang dihimpun GOOD INDONESIA menyebutkan petani mengkhawatirkan kelangkaan pupuk subsidi menyebabkan gagal panen. Dampak minimalnya mengurangi volume hasil panen nantinya.

Petani padi Madiun selama ini mengandalkan pupuk bersubsidi sebab harganya terjangkau. Mereka tak memiliki kemampuan membeli pupuk nonsubsidi.

“Pupuk subsidi yang diterima kelompok tani sangat terbatas. Langka jadinya. Kelangkaan pupuk subsidi baru terjadi pada musim tanam sekarang, sejak Desember lalu,” kata Irkam Kalang (51 tahun) saat ditemui GOOD INDONESIA di rumahnya, Desa Sugeh Waras, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Minggu, 26 Januari 2020.

Irkam memaparkan pupuk yang dipakai petani di desanya jenis nitrogen (urea), phonska, amonium sulfate (ZA), atau SP36. Perbedaan harga jenis subsidi dengan nonsubsidi cukup jauh.

Harga pupuk urea subsidi di Kabupaten Madiun sekitar Rp100 ribu/karung, sementara yang nonsubsidi sekitar Rp250 ribu/karung. Pupuk phonska subsidi Rp110 ribu/karung, jenis nonsubsidinya Rp250 ribu/karung.

Sedangkan pupuk ZA dan SP36 subsidi seharga Rp115 ribu/karung. Jenis nonsubsidinya sekitar Rp250 ribu/karung.

Terpisah, Suwarno, ketua Kelompok Tani Margo Kaloko di Desa Sugeh Waras, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, memberikan keterangan serupa.

“Kami tidak tahu pasukan pupuk subsidi sangat terbatas tahun ini. Kebanyakan anggota tidak dapat jatah pupuk subsidi,” ungkap Suwarno.

[Baca juga: Petani Bambu Jatiluhur Tersingkir di Kampung Sendiri]

Menurut Suwarno, pemerintah perlu turun tangan cepat memasok pupuk subsidi dalam jumlah yang cukup. “Kasihan petani,” tuturnya.

Dijelaskan, seorang anggotanya yang memiliki satu hektar lahan padi membutuhkan sedikitnya dua kuintal pupuk per sekali pemupukan. Dalam sekali musim tanam, petani melakukan dua hingga tiga kali pemupukan.

Petani di Kabupaten Madiun selama ini memperoleh pasokan pupuk subsidi dari PT Petrokimia Gresik.


Kebijakan Pemerintah

Pupuk merupakan salah satu input penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman pangan, sehingga keberadaan dan pemanfaatannya memiliki posisi yang strategis.

Salah satu kebijakan pemerintah guna mewujudkan swasembada pangan melalui pengadaan pupuk bersubsidi. Pelaksanaannya melalui kebijakan pengadaan pupuk, distribusi pupuk, dan pengawasan pupuk bersubsidi.

Menurut Litbang Pertanian, pelaksanaannya kebijakan subsidi pupuk belum optimal sejauh ini. Masih sering ditemukan penyimpangan di sana-sini.

Karena itu, diperlukan langkah perbaikan: (i) pengalokasian pupuk (kuota) ditingkatkan dari kebutuhan untuk satu tahun menjadi rincian kebutuhan pupuk selama dua tahun; (ii) titik bagi terakhir berada di kelompok tani (lini v); (iii) penentuan kios pengecer sesuai dengan aturan yang semestinya; dan (iv) pengalokasian dana yang cukup untuk petugas operasional di lapangan. []GOOD INDONESIA-RKA


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here