Rinci Tarif Baru Tol Ujung Pandang dan Dalam Kota Jakarta

Jalan Tol Ujung Pandang (Foto: tribunnews.com - GOOD INDONESIA)

Jakarta – Tarif Jalan tol Ujung Pandang pada Seksi I dan II naik mulai 31 Januari 2020 pukul 00.00 WITA. Penyesuaian tarif sebelumnya dilakukan pada 8 Desember 2017.

PT Bosowa Marga Nusantara (BMN), melalui anak bisnis PT Margautama Nusantara (MUN) mengumumkan penyesuaian tarif sesuai Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor: 1232/KPTS/M/2019 tentang Penyesuaian Tarif Tol Ruas Jalan Tol Ujung Pandang Seksi I dan II.

“Penyesuaian tarif untuk ruas Jalan Tol Ujung Pandang Seksi I dan II diberlakukan berdasarkan angka inflasi di Kota Makassar selama dua tahun terakhir yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu sebesar 7,42 persen,” ungkap Direktur Utama PT BMN Anwar Toha, Senin, 27 Januari 2020.

Ditambahkan, keputusan juga didasari terpenuhinya seluruh Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah dievaluasi oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Penyesuaian taris guna meningkatkan kualitas, fasilitas, dan layanan di tiap ruas tol.

Penyesuaian tarif, kata Anwar, untuk seluruh golongan kendaraan yang melintasi dengan kenaikan rata-rata sebesar 7.08 persen.


Tarif Naik dan Turun

Jalan Tol Ujung Pandang Seksi I dan II sepanjang enam kilometer. Terdapat lima gerbang tol dengan dua jenis tarif, yakni tarif untuk gerbang tol utama dan tarif untuk gerbang tol Ramp Tallo Barat. Tarif tol terbagi lima golongan kendaraan, sesuai ketetapan pemerintah.

[Baca juga: Tol Sayung-Demak Dikebut Rampung Akhir 2021]

Pemerintah juga melakukan penyederhanaan variasi tarif tol. Jumlah golongan kendaraan tetap lima golongan, namun golongan 2 dan 3 tarifnya sama. Demikian pula golongan 4 dan 5.

Penyederhanaan ini, tarif tol masing-masing golongan mengalami kenaikan, ada yang tetap, dan ada pula yang mengalami penurunan. Penyederhanaan tarif telah diberlakukan lebih dahulu saat penyesuaian tarif pada 22 November 2019.

BMN menyatakan penyesuaian tarif dilakukan berdasarkan UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, yang kemudian diubah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2013 mengenai Evaluasi dan Penyesuaian Tarif Tol yang dilakukan setiap dua tahun sekali.

Penghitungannya berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan pengaruh inflasi, dengan formula: Tarif Baru = Tarif lama x (1 + Inflasi).

[Baca juga: Jokowi Resmikan Tol Pertama di Kalimantan, Ruas Balikpapan-Samarinda]

Tercatat jumlah rata-rata volume kendaraan yang melintasi hingga Desember 2019, Jalan Tol Ujung Pandang Seksi I dan II sebanyak 56.382 kendaraan/hari.


Tarif Baru Jalan Tol Ujung Pandang
:

Gerbang Cambaya
Golongan I: Rp 3.500 jadi Rp 4.000
Golongan II: Rp 5.000 jadi Rp 5.500
Golongan III: Rp 6.000 jadi Rp 5.500
Golongan IV: Rp 7.500 jadi Rp 9.000
Golongan V: Rp 9.000 jadi Rp 9.000

Gerbang Ramp Tallo Timur
Golongan I: Rp 3.500 jadi Rp 4.000
Golongan II: Rp 5.000 jadi Rp 5.500
Golongan III: Rp 6.000 jadi Rp 5.500
Golongan IV: Rp 7.500 jadi Rp 9.000
Golongan V: Rp 9.000 jadi Rp 9.000

Gerbang Parangloe
Golongan I: Rp 3.500 jadi Rp 4.000
Golongan II: Rp 5.000 jadi Rp 5.500
Golongan III: Rp 6.000 jadi Rp 5.500
Golongan IV: Rp 7.500 jadi Rp 9.000
Golongan V: Rp 9.000 jadi Rp 9.000

Gerbang Ramp Parangloe
Golongan I: Rp 8.500 jadi Rp 9.000
Golongan II: Rp 13.500 jadi Rp 14.000
Golongan III: Rp 14.500 jadi Rp 14.000
Golongan IV: Rp 20.000 jadi Rp 21.500
Golongan V: Rp 21.500 jadi Rp 21.500

Gerbang Ramp Tallo Barat
Golongan I: Rp 2.500 jadi Rp 3.000
Golongan II: Rp 3.500 jadi Rp 4.000
Golongan III: Rp 3.500 jadi Rp 4.000
Golongan IV: Rp 4.000 jadi Rp 6.500
Golongan V: Rp 5.000 jadi Rp 6.500

Gerbang Kaluku Bodoa
Golongan I: Rp 3.500 jadi Rp 4.000
Golongan II: Rp 5.000 jadi Rp 5.500
Golongan III: Rp 6.000 jadi Rp 5.500
Golongan IV: Rp 7.500 jadi Rp 9.000
Golongan V: Rp 9.000 jadi Rp 9.000

Jalan Tol Dalam Kota Jakarta (Foto: tandaseru.id – GOOD INDONESIA)


Perubahan Tarif Tol Dalam Kota Jakarta

Tarif Tol Dalam Kota ruas Cawang-Tomang-Pluit dan Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Jembatan Tiga bakal juga segera naik

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menjelaskan Tol Dalam Kota yang dikelola oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) ini berlaku mulai awal Februari.

“Ya, kalau kami targetnya tahun lalu, dan sudah ditandatangani Bapak Menteri (PUPR) juga. Jadi nanti kami lihat, jadi awal Februari,” kata Danang di kantornya di KM 60 Tol Akses Tanjung Priok, Senin, 27 Januari 2020.

Penyesuaian tarif ini menyusul diterbitkannya Keputusan Menteri PUPR Nomor 1231/KPTS/M/2019. Menurut Danang, pihak pengelola tol mulai melakukan sosialisasi atas rencana kenaikan tarif tersebut.

Direktur Operasional CMNP Djoko Sapto menjelaskan penyesuaian tarif membuat tarif kendaraan golongan 1 naik menjadi Rp10.000, begitupun golongan II. Namun karena penyederhanaan golongan maka kendaraan golongan 3, 4, dan 5 justru mengalami penurunan tarif.

Tarif yang sebelumnya golongan 1 Rp9.500 menjadi Rp10.000. Golongan 3 dan 4 turun dari Rp20.000 menjadi Rp 17.000 karena penyederhanaan golongan. []GOOD INDONESIA-MIH/HDN


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 0813.1703.6688 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here