Djedje Djawa Sandungan PSM di Laga Kedua Grup H AFC

Djedje Maximin Djawa [Foto: africatopsports.com - GOOD INDONESIA]

Jakarta – PSM Makassar berburu tiga poin saat menjamu Shan United (Myanmar) pada laga kedua Grup H Piala AFC 2020 di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Juku Eja, julukan PSM, wajib menang untuk menjaga peluang lolos ke semifinal zona Asean. Soalnya pada pertandingan pertamanya saat bertandang ke Singapura, menderita kalah 2-1 atas Tampines Rovers.

Pelatih PSM Bojan Hodak mengingatkan pemainnya agar waspada. Mantan pelatih Tim Nasional (Timnas) Malaysia U-19 ini menyebut Shan berpotensi mengalahkan semua tim di Grup H, termasuk PSM. Kalaupun kampiun Myanmar Premier League 2019 ini kalah 0-2 atas Kaya Iloilo FC pada laga pertama Grup H, semata karena tidak beruntung.

“Mereka punya serangan balik yang cepat. Itulah mengapa saya meminta para pemain agar lebih banyak menguasai lapangan tengah pada pertandingan nanti,” kata Hodak usai memimpin latihan tertutup skuatnya di Stadion Mattoangin, Makassar, Jumat (21/2/2020).

Catatan GOOD INDONESIA, lini serang PSM bakal bekerja ekstra keras guna merangsek ke area pertahanan, sebelum mengancam gawang Shan. Adalah Djedje Maximin Djawa, gelandang tengah yang harus dilewati.

Djawa merupakan salah seorang di antara empat pilar asing Shan. Ketiga lainnya Keith Martu Nah (Liberia), Daniel Tagoe (Kyrgyzstan), dan Yakubu Abubakar (Ghana).

Pemain berposisi central midfield itu telah menyumbangkan satu gol dalam empat laga di National League 2020.

Pemain berusia 26 tahun dimaksud direkrut Shan pada Mei 2019. Sebelumnya, ia memperkuat BEC Tero Sasana, klub yang bermain di Thai League, kompetisi kasta tertinggi Thailand. Dua musim di sana.

Ditawari naturalisasi di Myanmar, Djawa menolak. Sepak bola Asia cuma persinggahan sementaranya. Ia berambisi dan yakin mampu bermain di liga Eropa.

“Saya tidak punya apa-apa untuk dibuktikan di Burma, tetapi dengan tulus, inilah saatnya untuk mencari di tempat lain. Saya ingin bermain di klub Eropa,” ujar pemain yang disapa “Zidane” oleh penggemarnya, lansir Africatopsports.

Sepak bola Asia, kata Djawa lagi, cukup terstruktur baik, tetapi Eropa berada di level teratas. “Semua pesepak bola yang baik bercita-cita untuk bermain di level tertinggi,” tukasnya menunjukkan ambisinya.

PSM sendiri melepas gelandang tangguhnya pada musim 2020, yakni Mark Klok, ke Persija Jakarta. Penggantinya Serif Hasic, pemain Mladost Doboj Kakanj, klub Bosnia. Baru bergabung beberapa hari, Hasic belum padu dengan pemain Juku Eja lainnya saat debutnya kontra Tampines Rovers.

Selain masalah tersebut, Hasic tak bisa diturunkan karena menerima kartu merah pada laga perdananya bersama PSM. []GOOD INDONESIA-LMC


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111678866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here