Penumpang Primajasa Meninggal Dunia, Medis Terapkan Evakuasi Covid-19

Seorang pria dewasa berinisial AS, 40 tahun, meninggal di dalam bus Primajasa dalam perjalanan dari Jakarta menuju Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (21/03/2020).

Bus B 7653 FGA yang ditumpangi menjalani rute Lebak Bulus-Kuningan-Cirebon.

Media Liputan6 melansir AS meminta dua rekannya, yakni Suratno dan Abdul Majid, mendampinginya karena sakit. Dia menyebut dirinya sedang sakit maag.

Bus masuk di area istirahat (rest area) KM 102 Tol Cipali untuk mengisi tanki BBM (bahan bakar minyak) pada sekitar pukul 14.00 WIB. AS yang sedang tertidur dibangunkan oleh Majid untuk diajak ke toilet, sekalian membeli minuman.

Ternyata, AS tidak merespons. Warga Kampung Pasir Lor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), ini tak bergerak sama sekali, dipastikan meninggal dunia dalam perjalanan.

Majid lalu melaporkan kejadian tersebut ke kondektur bus dan sopir. Sopir Primajasa lalu membawa AS ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciereng, Subang.

Informasi lain yang diperoleh GOOD INDONESIA dari lalulintas pesan di WhatsApp Group (WAG) pada Minggu malam, 22 Maret 2020, menyebutkan bus yang ditumpangi AS adalah jurusan Bekasi-Kuningan.

AS diketahui tak bernyawa lagi saat bus melintas di Kampung Royom, Batusari, Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.


SOP Covid-19

Tiba di RSUD Ciereng, tim medis mengevakuasi AS memakai perlengkapan alat pelindung diri (ADP). Langkah ini dilakukan karena korban dikhawatirkan meninggal dunia akibat covid-19.

Direktur RSUD Subang Ahmad Nasuhi disebutkan mengonfirmasi adanya bus Primajasa yang membawa pasien yang telah meninggal dunia.

“Untuk mencegah penyebaran virus korona maka SOP (standard operating procedure) penanganan korban menggunakan APD,” kata Ahmad Nasuhi, Minggu, 22 Maret 2020.

Nasuhi belum dapat menyimpulkan AS meninggal karena terinfeksi virus corona atau penyebab lain.

“Kami tidak bisa menyimpulkan penyebab korban meninggal,” aku Nasuhi.


Keterangan Polisi

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kabid Humas Polda Jabar) Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Saptono Erlangga Waskitoroso, lansir Tribunnews (23/3/2020), memastikan AS meninggal bukan karena covid-19.

Saptono juga mengonfirmasi evakuasi jenazah AS terjadi di Rest Area KM 102 Tol Cipali, pada Sabtu (21/3/2020). Saat itu, personel Patroli Jalan Raya (PJR) mendapatkan laporan adanya orang meninggal di dalam bus Primajasa.

Setiba di lokasi rest area, anggota PJR bersama tim medis langsung mengevakuasi jasad AS ke RSUD Ciereng, Kabupaten Subang.

Kepada polisi, dua rekan AS memberi keterangan bahwa AS pernah memeriksakan diri ke Puskesmas. Dia didiagnosis mengidap penyakit maag.

“Korban meninggal dunia karena sakit bawaan yang dideritanya sebelumnya,” kata Saptono.

Tidak dijelaskan apakah kesimpulan bahwa penumpang Primajasa yang meninggal tersebut bukan akibat covid-19, berdasarkan pemeriksaan laboratorium atau tidak. []GOOD INDONESIA-SAN


[Update: 23/3/2020, pukul 19.24 WIB]


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here