Nasabah Ultra Mikro Boleh Tunda Bayar Cicilan, Susul Debitur KUR

Pedagang asongan termasuk pengusaha ultra mikro [Foto: Ridwan Ewako - GOOD INDONESIA]

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pemerintah memastikan debitur ultra mikro mendapat relaksasi kredit sehubungan dampak pandemi covid-19.

Debitur kalangan bawah itu sebanyak 11,4 juta. Total pinjamannya senilai Rp27,2 triliun.

“Bentuk relaksasinya sama dengan keringanan yang diberikan pada Kredit Usaha Rakyat (KUR),” kata Sri, Rabu, 22 April 2020.

Dijelaskan, relaksasi tersebut berupa penundaan bayar pokok selama enam bulan dan subsidi 100 persen pembayaran bunga selama tiga bulan yang ditanggung pemerintah. Kemudian, pada tiga bulan selanjutnya, debitur ultra mikro juga mendapatkan subsidi pembayaran bunga sebesar 50 persen.

Menurut Sri, setidaknya satu juta debitur ultra mikro mengikuti Program Investasi Pemerintah (PIP). Total outstanding-nya Rp2,4 triliun.

Sementara itu, pinjaman ultra mikro di luar PIP, berupa Program Mekar dari Permodalan Nasional Madani (PNM) sebanyak enam juta debitur, koperasi 1,6 juta debitur, dan lainnya 2,8 juta debitur.

“Secara total, debitur ultra mikro dari PIP, serta nasabah ultra mikro dari program PNM Mekar dan koperasi, maupun lainnya sebanyak 11,4 juta debitur. Total kreditnya Rp27,2 triliun. Mereka mendapat relaksasi selama 6 bulan tidak bayar pokok, dan bunga ditanggung pemerintah untuk 3 bulan pertama, dan 3 bulan selanjutnya adalah 50 persen bunga ditanggung pemerintah,” papar Menkeu.

Persiapan pelaksanaan relaksasi kredit mikro, menurut Sri, sudah rampung. Pelaksanaannya dapat segera dimulai.

Menkeu Sri menambahkan pemberian relaksasi kredit ultra mikro diberikan tidak hanya pada nasabah perbankan, tetapi juga lembaga pembiayaan Pergadaian. Debitur yang mendapatkan relaksasi dipastikan mempunyai rekam jejak yang baik.

Detail pelaksanaan relaksasi kredit debitur ultra mikro sepenuhnya diserahkan ke lembaga jasa keuangan, termasuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Pemerintah dalam hal ini menjamin agar kebijakan restrukturisasi kredit mampu diimplementasikan lembaga jasa keuangan.

“Kami akan membicarakan untuk finalkan prosesnya dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan Bank Indonesia (BI) agar program ini mendukung usaha kecil menengah yang tadi pinjamannya setara dengan KUR, yaitu sampai dengan Rp500 juta bisa dapat fasilitas yang sama seperti KUR, yaitu relaksasi dan juga subsidi bunga,” Sri menjelaskan.

Restrukturisasi kredit yang nilainya berada di atas Rp500 juta hingga Rp10 miliar, saat ini masih dalam proses pembicaraan. []GOOD INDONESIA-ALY


Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here