Netty Imbau Warga Sunda Tidak Mudik Jika Cinta Keluarga

Netty Prasetiyani (kiri) [Foto: Yana - GOOD INDONESIA]

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Netty Prasetyani mengimbau warga Sunda yang tengah merantau di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dan kota besar lainnya agar tidak mudik lebaran 2020.

Tidak mudik sementara waktu sebagai upaya menghindari anggota keluarga tercinta di kampung halaman terhindar dari paparan virus penyebab covid-19. Terlebih Jabodetabek dan beberapa kota metropolitan lain merupakan zona merah penyebaran virus korona.

Data resmi pemerintah per Minggu (26/4/2020), kasus positif covid-19 di Indonesia mencapai 8.882. Sebanyak 1.107 di antaranya dinyatakan sembuh dan 743 meninggal dunia. Terdapat peningkatan 275 kasus positif, 65 sembuh, dan 23 meninggal dunia dibanding sehari sebelumnya.

Pemerintah sendiri, pada pekan ini, telah resmi melarang warga mudik lebaran. Petugas berwajib dari berbagai unsur, khususnya Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), mulai menghalau para pemudik yang tidak mematuhi kebijakan pemerintah ini.

“Perantau asal Sunda atau Jawa Barat, khususnya Cirebon dan Indramayu, yang tersebar di zona merah covid-19 Jabodetabek dan kota besar lainnya untuk tidak mudik lebaran. Kalau Saudara-saudaraku sekalian cinta pada keluarga di rumah, pulangnya nanti setelah kondisi aman,” kata Netty saat menjadi narasumber Diskusi Webiner bertajuk Pemberdayaan Perempuan di Masa Pandemi yang digelar PAHAM Indonesia, Minggu, 26 April 2020.

Ketua Tim Covid-19 Fraksi PKS DPR RI itu menambahkan khusus perantau asal Cirebon dan Indramayu di Jabodetabek mengisi sektor formal dan informal, antara lain Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), jasa, kuliner, dan industri.

Kemudahan akses transportasi darat melalui tol Cipali menyebabkan mobilitas penduduk tinggi. Selama ini, warga demikian mudah keluar-masuk antara Cirebon-Indramayu dengan Jabodetabek, khususnya.

Pemerintah Cirebon, menurut Netty yang juga anggota Komisi IX DPR RI, melaporkan sampai saat ini lebih 35 ribu perantau yang kembali ke kampung halaman, sebelum pemerintah pusat benar-benar melarang aktivitas mudik.

“Bayangkan, jika sebagian jumlah sebanyak itu berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan) menjadi carrier atau naik status menjadi PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Hal ini sungguh berbahaya dan patut menjadi perhatian bersama,” tutur Netty seraya menyatakan penyesalannya karena ketidaktegasan pemerintah pusat mencegah keluarnya warga di zona merah penularan virus korona ke kampung halaman.

[Baca juga: UPDATE Harian Kasus Covid-19 Versi Resmi Pemerintah]

Data terbaru tercatat per 23 April, di Kota Cirebon terdapat 316 ODP, delapan PDP, empat positif, dengan satu orang meninggal dunia. Kabupaten Cirebon ODP 157 dengan tiga meninggal dunia, PDP 42 dengan delapan meninggal dunia, positif enam dengan dua meninggal dunia. Sedangkan di Kabupaten Indramayu terdapat 637 ODP, 71 PDP dengan 21 meninggal dunia negatif, positif dua.

Mencermati grafik kasus covid-19 yang makin meningkat tersebut, Netty juga meminta masyarakat jujur saat berhadapan dengan petugas kesehatan. Tujuannya agar turut membantu usaha menyelesaikan masalah pandemi cocid-19.

“Sampaikan apa adanya, jangan menutupi kebenaran. Kita belajar dari kasus diisolasinya 21 tenaga kesehatan RS Ciremai akibat pasien dan keluarga pasien yang tidak jujur saat berobat akibat sesak nafas setelah sebelumnya kontak fisik dengan mayat pasien positif covid-19,” ungkap wakil rakyat asal Daerah Pemilihan (Dapil) VIII Jawa Barat itu.

Politikus bergelar doktor Ilmu Pemerintah tersebut juga mengingatkan Cirebon dan Indramayu memiliki kerentanan yang dapat memperparah paparan virus korona di sana.

Daerah ini memiliki cukup banyak penduduk berusia lanjut, kesadaran minim warga akan pentingnya kebersihan, kesehatan dan sanitasi lingkungan masih harus ditingkatkan. Cirebon pun termasuk wilayah dengan tingkat penyebaran penyakit TBC dan DBD cukup tinggi.

“Kondisi faktual itu menjadi faktor yang dapat memicu penyebaran covid-19 semakin ganas jika warga Cirebon, khususnya, masih saja mudik,” tegas Netty. []GOOD INDONESIA-ALY


Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here