Pupuk Indonesia Siap Kawal Target Produksi Beras dan Jagung

Gedung PT Pupuk Indonesia (Persero) di Jakarta [Foto: suara.com - GOOD INDONESIA]

Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia Wijaya Laksana menyatakan jajarannya siap mengawal produksi tanaman padi dan jagung dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan.

“Pupuk Indonesia hadir untuk membantu pemerintah dalam program ketahanan pangan. Jadi setiap ada instruksi atau apapun pasti kami siap membantu pemerintah dalam program ketahanan pangan,” kata Wijaya di Jakarta, Senin, 27 April 2020.

Dalam upaya menjaga produktivitas pangan terus berjalan, Pupuk Indonesia sebagai BUMN ditugaskan menyalurkan pupuk subsidi nasional, menyiapkan stok pupuk, di tingkat distributor hingga kios.

Wijaya menjelaskan aturan pendistribusian pupuk bersubsidi diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian secara nasional mulai lini I sampai IV. Juga Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47 Tahun 2017 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi.

Dalam ketentuan tersebut, Pupuk Indonesia sebagai produsen pupuk diwajibkan menyimpan stok hingga kebutuhan dua minggu ke depan.

“Pada masa puncak musim tanam, kami bahkan mengeluarkan stok hingga tiga minggu kebutuhan sampai bulan berikutnya. Selama ini, melihat kondisi penyerapan pupuk selalu tinggi, kami menyiapkan lebih dari ketentuan,” ungkap Wijaya.

[Baca juga: PT Pupuk Kujang Ditinggal Nakhodanya, Sang Motivator]

Berdasarkan situs resmi Pupuk Indonesia per 24 April 2020, jumlah pupuk bersubsidi yang tersedia di lini III dan IV sebanyak 1.020.026 ton. Stok ini terdiri atas pupuk Urea 588.350 ton, NPK 204.179 ton, SP-36 74.995 ton, ZA 105.173 ton, dan organik 47.329 ton.

Hingga 19 April 2020, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi sebesar mencapai 2,9 juta ton atau 37 persen dari total alokasi pupuk 2020 sebesar 7,9 juta ton. Berdasarkan target penyaluran per bulan, realisasi pupuk bersubsidi tersebut mencapai 97 persen.

Kementerian Pertanian sendiri menetapkan alokasi pupuk bersubsidi pada 2020 sebanyak 7,94 juta ton dengan nilai Rp26,3 triliun. Penyaluran pupuk bersubsidi ini dilakukan melalui Pupuk Indonesia Holding Company, sebagai BUMN yang mendapat penugasan distribusi pupuk nasional.

Rinciannya: pupuk Urea 3,27 juta ton senilai Rp11,34 triliun, NPK 2,7 juta ton senilai Rp11,12 triliun, SP36 500 ribu ton senilai Rp1,65 triliun, ZA 750 ribu ton senilai Rp1,34 triliun, dan organik 720 ribu ton senilai Rp1,14 triliun. []GOOD INDONESIA-ALY


Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here