Banjir Masih Mengancam Aceh Bagian Utara dan Timur

Potensi banjir di wilayah pesisir Aceh bagian Utara dan Timur terbilang masih besar pada beberapa hari ke depan, pasca 10 kabupaten/kota diterjang bah sejak akhir pekan lalu hingga Senin (11/5/2020).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat memperkirakan ancaman banjir itu dipicu low pressure atau tekanan rendah di wilayah tersebut. Akibatnya turunnya hujan sedang hingga lebat.

“Dua hari ke depan masih berpotensi hujan sedang hingga lebat,” ungkap Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Metrologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Aceh, Zakaria di Aceh Besar, Rabu, 13 Mei 2020.

Udara bertekanan rendah di langit provinsi Serambi Mekah akibat pengaruh cuaca di Selat Malaka atau wilayah perbatasan negara jiran Malaysia.

Dijelaskan, potensi hujan dimaksud dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang. Khususnya di wilayah Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Bener Meriah, Pidie, dan Pidie Jaya.

Di wilayah Aceh bagian Barat dan Selatan, kata Zakaria, perlu diwaspadai potensi longsor. Ancaman ini antara lain di Aceh Barat, terutama kawasan Woyla.

“Potensi longsor lainnya di Aceh meliputi Aceh Tengah, Aceh Utara, terutama bagian tengah yang melintas ke Bener Meriah, Bireuen, Bener Meriah sendiri, Aceh Tenggara, dan Subulussalam,” ungkapnya.

BMKG juga memperkirakan fenomena alam berupa air pasang laut yang disertai cuaca ekstrem masih terbilang aman. Gelombang laut masih tinggi, tetapi di perairan tertentu saja.

Di Aceh bagian Barat dan Selatan mencapai satu hingga tiga meter. Di Samudera Hindia Barat Aceh 1,5 hingga tiga meter.


Sebaran Banjir

Hujan intensitas tinggi yang melanda seluruh daerah di Aceh mengakibatkan 10 kabupaten/kota dihajar banjir ketinggian rata-rata 1,5 meter.

Daerah dimaksud, yakni Aceh Tenggara, Pidie Jaya, Aceh Besar, Aceh Selatan, Aceh Barat, Banda Aceh, Aceh Singkil, Subulussalam, Bireuen, dan Sabang.

Laporan Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) kabupaten/kota tersebut menyebutkan setidaknya sekitar 2.500 jiwa mengungsi akibat banjir di pertengahan Ramadan 1441 H.

Sementara longsor terjadi di Aceh Besar, Gayo Lues, dan beberapa daerah lainnya. Sedangkan angin kencang mengakibatkan 11 rumah rusak di Pulo Aceh, Aceh Besar. []GOOD INDONESIA-ZDL/UBK


Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here