Jack Ma Tinggalkan SoftBank Group Saat Tekanan Kerugian Beruntun

Jack Ma [Foto: technode.com - GOOD INDONESIA]

SoftBank Group Corp mengumumkan co-founder Alibaba Jack Ma akan mengundurkan diri dari jajaran dewan direksi, tak lagi bersama CEO Masayoshi Son.

Kepergian Ma, yang pensiun sebagai ketua eksekutif Alibaba pada September, sejalan dengan keputusannya meninggalkan peran formal di dunia bisnis. Ia selanjutnya fokus di bidang filantropi.

Jurnalis Reuters di Jepang, Senin, 18 Mei 2020, melaporkan SoftBank mengusulkan tiga sosok baru dewan, termasuk Chief Financial Officer grup Yoshimoto Goto, pada pertemuan umum tahunan pada 25 Juni. Jumlah anggota dewan akan bertambah menjadi 13 orang.

SoftBank juga akan mengusulkan pemilihan Lip-Bu Tan, CEO perusahaan perangkat lunak desain chip Cadence Design Systems, yang juga kepala perusahaan modal ventura Walden International.

Juga Yuko Kawamoto, seorang profesor di Waseda Business School sebagai direktur yang berasal dari luar jaringan bisnis. Kawamoto akan menjadi satu-satunya anggota dewan perempuan.

Perubahan itu memenuhi permintaan pihak investor Elliott Management, yang telah mendorong SoftBank untuk meningkatkan keragaman dewan, dan juga menginginkan subkomite baru untuk mengawasi proses investasi di Vision Fund senilai $100 miliar.

Gaya manajemen top-down Son tengah di bawah pengawasan ketat. Kerugian operasional selama beberapa kuartal belakangan tercatat memecahkan rekor.

Sebagian besar direktur tersebut sebagian besar orang dalam SoftBank, termasuk Yasir al-Rumayyan. Ia dipercaya mengepalai operasional di Arab Saudi.

Keluarnya Ma mengikuti kepergian Tadashi Yanai, pendiri dan CEO induk Uniqlo Fast Retailing, yang mengundurkan diri dari dewan akhir tahun lalu untuk fokus pada bisnis busananya.

Terpisah, SoftBank mengatakan dewan telah menyetujui tahap kedua pembelian saham senilai 500 miliar yen ($4,7 miliar), bagian program pembelian kembali sebesar 2,5 triliun yen yang diumumkan pada Maret –untuk menopang harga saham grup.

SoftBank telah membeli kembali lebih 250 miliar yen sahamnya pada akhir April. Mereka berjanji menjual atau memonetisasi $41 miliar aset untuk mendapatkan uang tunai, dengan sahamnya di Alibaba –aset portofolio yang paling berharga– dipandang sebagai target yang paling mungkin. []GOOD INDONESIA-RUT


Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here