Berbagi Materi Ceramah Buat Imam Salat Ied di Rumah

Ilustrasi: Hari Raya Idul Fitri 1441 H/2020 M [Foto: langgam.id - GOOD INDONESIA]

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau salat Idul Fitri 1441 H (2020) dilaksanakan di rumah karena penularan virus korona sama sekali belum terkendali.

Prof. Rudi Rubiandini, pegiat kajian Islam yang bermukim di Kota Bandung, mengirimkan artikel khotbah atau ceramah salat ied kepada GOOD INDONESIA.

Rudi bermaksud berbagi buat calon imam ied di rumah atau lingkungan kecil (rukun tetangga). Memang, khotbah adalah rukun salat Idul Fitri, wajib. Sama seperti khotbah pada salat Jumat.

“Bahan khotbah singkat untuk para suami yang akan menjadi imam (salat ied) di rumah. Silakan ditambah atau dikurangi,” ujar Rudi via aplikasi Whatsapp, Kamis, 21 Mei 2020.

Berikut artikel khotbah dimaksud:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillahi rabbil alamin

Nahmaduhu.. wanasta ‘inuh.. wanastagfiruh..
Wana ‘udzubilahi ming sururi anfusina.. wasayi ‘ati.. ’amalina..
Mayahdillah.. falamudilallah.. wamanyuflil.. falaHadiyallah..

Ashadu ala.. Ilaha Ilalloh.. wahdahu lasyarikalah..
Wa ashadu ana Muhammadan Abduhu Wa Rosulluh..
Alohuma Soli ‘Ala Sayidina Muhammad..
Wa ala alihi.. wa ashabihi wassalam..
Amma.. ba’du..

Ayuhal hadirun rohimakumulloh…
Hitakulloh…. hakoo tukotih..
Wala tamu tuna ila.. wa’antum muslimun….

Allohu Akbar 3x
Lailaha Illallahu Wallohu Akbar
Allohu Akbar Walillahilhamd

Bismilahirohmaan… nirohim
Yaa ayyuhal ladziina aamanu
Kutiba ’alaikumush shiyamu
Kamaa kutiba ’alal ladzina min qoblikum
la’allakum tattaquun (Al Ayah.)

Hadirin … kita panjatkan puji…
Bersyukur atas nikmat..

Setelah bulan Ramadan berlalu… kita selalu mengharap kedatangannya kembali dan kita bisa diberi umur untuk menyambutnya.

Begitulah Ramadan, seperti digambarkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, “Andaikan tiap hamba mengetahui apa yang ada dalam Ramadan maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus.”


Alasan Merindukan Bulan Ramadan

1. Gelar Takwa
Takwa adalah gelar tertinggi yang dapat diraih manusia sebagai hamba Allah. Tidak ada gelar yang lebih mulia dan lebih tinggi dari itu.

Setiap hamba yang telah mampu meraih gelar takwa, ia dijamin hidupnya di surga dan diberi kemudahan-kemudahan di dunia. Puasa adalah sarana untuk mendapatkan gelar takwa itu.

(QS al-Baqarah: 183)
“Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

2. Bulan Pengampunan
Hadits Bukhari Muslim dan Abu Dawud, “Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadan karena keimanannya dan karena mengharap rida Allah maka dosa-dosa sebelumnya diampuni.”

3. Pahalanya Dilipatgandakan
(HR. Bukhari Muslim) Rasulullah bersabda, “Setiap amal anak keturunan Adam dilipatgandakan. Tiap satu kebaikan sepuluh lipat gandanya hingga tujuh ratus lipat gandanya”.

Bahkan amalan-amalan sunnah yang dikerjakan pada Ramadan, pahalanya dianggap sama dengan mengerjakan amalan wajib (HR. Baihaqi dan Ibnu Khuzaimah).

4. Ibadah Istimewa
Keistimewaan puasa ini dikatakan Allah lewat hadits (HR Bukhari Muslim): “Setiap amalan anak Adam itu untuk dirinya, kecuali puasa. Itu milik-Ku dan Aku yang membalasnya karena ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.”,

5. Doa Dikabulkan
Berdoa pada Ramadan punya tempat khusus, seperti dikatakan Nabi Shallallahu ’Alaihi wa Aallam (HR Ahmad dan Tirmidzi): “Tiga doa yang tidak ditolak; orang berpuasa hingga berbuka puasa, pemimpin yang adil dan doanya orang teraniaya. Allah mengangkat doanya ke awan dan membukakan pintu-pintu langit. ‘Demi kebesaran-Ku, engkau pasti Aku tolong meski tidak sekarang.”

6. Turunnya Lailatul Qodar
Pada bulan Ramadan Allah menurunkan satu malam yang sangat mulia. Saking mulianya Allah menggambarkan malam itu nilainya lebih dari seribu bulan (QS. Al-Qadr).

7. Masuk Surga Melalui Pintu Khusus
(HR. Bukhari): “Sesungguhnya di surga itu ada sebuah pintu yang disebut ‘rayyan‘ yang akan dilewati oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti, tidak diperbolehkan seseorang melewatinya selain mereka. Ketika mereka dipanggil, mereka akan segera bangkit dan masuk semuanya kemudian ditutup”.

8. Berkumpul dengan Sanak Keluarga
Pada 1 Syawal umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri. Di Indonesia punya tradisi khusus untuk merayakan hari bahagia itu yang disebut “lebaran” dengan saling bermaaf-maafan.

Silaturahim dianjurkan Islam, sebagaimana dinyatakan hadis, (HR. Bukhari) : “Siapa yang ingin rezekinya dibanyakkan dan umurnya dipanjangkan, hendaklah ia menghubungkan tali silaturahmi!”

Walaupun saat ini, dalam menjaga dan berikhtiar menjaga diri dari penularan covid-19, kita lakukan secara sederhana di rumah atau daring bersama keluarga.

Jadi.. jelas umat muslim semuanya selalu merindukan bulan Ramadan. Kita semua bisa meraih keutamaan bulan ini.

Semoga Allah selalu memberi berkah kepada kita… Aamiin ya Robbul Alamin.

Hadirin yang dimuliakan Allah

Kita sering dengar yang menyampaikan “Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin”. Diterangkan oleh berbagai ustaz: setelah idul fitri kita kembali fitri, diterjemahkan “suci kembali”.

Dihubungkan dengan keutamaan Ramadan seolah-olah dengan selesai berpuasa maka keutamaan Ramadan akan kita raih: kita akan suci kembali.

Bahwa idul fitri itu maknanya –menurut persangkaan kita– ialah “kembali kepada fitrah”. Yakni kembali kepada fitrah kita semula (suci) disebabkan telah terhapus dosa-dosa kita…. adalah suatu prasangka yang kurang tepat.

Pertama: menurut bahasa bahwa lafaz ”fithru/ifthaar” artinya berbuka (yakni berbuka puasa jika terkait dengan puasa). Jadi, idul fitri artinya ”hari raya berbuka puasa”. Yakni kita kembali berbuka (tidak puasa lagi) setelah selama sebulan kita berpuasa.

Kedua: adapun menurut syara’ telah datang hadits yang menerangkan bahwa ”idul fitri” itu ialah ”hari raya kita kembali berbuka puasa”.

Dari Abu Hurairah –semoga Allah meridhainya– ia berkata: Bahwasanya Nabi Shallallahu ’Alaihi wa Aallam telah bersabda, ”Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan (idul) fitri itu ialah pada hari kamu berbuka. Dan (idul) adha (yakni hari raya menyembelih hewan-hewan korban) itu ialah pada hari kamu menyembelih hewan.”

Dan dalam lafaz Imam Ibnu Majah:
“(Idul) fitri itu ialah pada hari kamu berbuka, dan (idul) adha pada hari kamu menyembelih hewan.”

Dan dalam lafaz Imam Abu Dawud:
“Dan (idul) fitri kamu itu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka, sedangkan (idul) adha ialah pada hari kamu (semuanya) menyembelih hewan.”

Hadits-hadits tersebut dengan beberapa lafaznya tegas-tegas menyatakan bahwa idul fitri ialah hari raya kita kembali berbuka puasa (tidak berpuasa lagi setelah selama sebulan berpuasa).

Oleh karena itu disunatkan makan terlebih dahulu pada pagi harinya sebelum kita pergi ke tanah lapang untuk mendirikan salat Ied, walaupun hari ini beberapa keluarga melaksanakannya di rumah masing-masing bersama keluarga. Supaya umat mengetahui bahwa Ramadan telah selesai dan hari ini adalah hari kita berbuka bersama-sama.

Itulah arti idul fitri. Demikianlah pemahaman dan keterangan ahli-ahli ilmu dan tidak ada khilaf (perbedaan) di antara mereka.

Baarokalohu Li Walakum Fil Qur’anilAdzim….

[ I S T I R A H A T]

Ilustrasi: Salat di lingkungan rukun tetangga [Foto: eboodanak.com – GOOD INDONESIA]

Alhamdulillahirobil ‘Alamin…

Ayuhal hadirun rohimakumulloh…
Hitakulloh…. hakoo tukotih..
Wala tamu tuna ila.. wa’antum muslimun….

Allohu Akbar 3x
Lailaha Illallahu Wallohu Akbar
Allohu Akbar Walillahilhamd

Puasa sebagai “spiritual calibration“, apabila kita lakukan secara benar, puasa yang diharap-harapkan itu (yang setiap khatib sampaikan) membawa kita kembali “ke titik 0”.

Puasa titik beratnya adalah pengendalian nafsu-nafsu hewani. Kita melakukan introspeksi “melihat ke dalam” dan retrospeksi “melihat ke belakang” (iktikaf).

Apakah dengan puasa 30 hari serta-merta dosa-dosa kita dihapus: Jangan ge-er dulu, belum tentu. Jangankan sampai idul fitri usai kemudian dosa hilang serta merta, pada kenyataannya malah begitu maghrib kita sudah lupa kalau siangnya puasa.

Kita tidak bisa berprasangka bahwa “dosa” muslim telah terampuni begitu lewat idul fitri. Kelakuan kita kembali ke “selera asal” membuat puasa tak menjamin dosa terampuni. Mari kita cermati kebiasaan pada tahun-tahun lalu, kelakuan masih “seperti ini-ini saja“

Tetapi…. hadirin rohimakumulloh, lumayanlah kalau kita berprasangka bahwa dengan selesai puasa, kita otomatis menjadi bersih kembali seperti bayi yang baru lahir. Walaupun menurut khotib, itu terlalu sederhana dan terlalu mudah bagi kita.

Berkah puasa yang diterangkan khotib di awal khotbah adalah suatu titik raihan yang harus diperjuangkan setelah selesai idul fitri. Tidak datang tiba-tiba sebagai hadiah dari Allah SWT.

Semoga kita selalu diberi petunjuk oleh Allah SWT. Aamiin ya Robbal Alamin.

Marilah kita berdoa dan bermunajat pada Allah SWT:

Bismilahirohmaan nirohim,
Astagfirullohal adzim.. 3x
Ashadu ala.. ilaha ilalloh.. wahdahu lasyarikalah..
Wa ashadu ana Muhammadan Abduhu Wa Rosulluh..
Alohuma Soli ‘Ala Sayidina Muhammad..
Wa ala alihi.. wa ashabihi ajmain.. Aamiin

Ya Robbi..
Jauhkanlah kami dari fitnah dan marabahaya,
Jauhkanlah kami dari rasa tamak dan pelit yang menutupi kekikiran kami,
Jauhkanlah kami dari rasa sombong dan arogan yang menjauhkan kami dari rendah hati dan sabar,
Ringankanlah tangan kami untuk membantu yang papa, menolong yang lemah.
Sehingga kami menjadi masyarakat yang berguna bagi negara dan bangsa dan agama.

Robana hablana min azwajina; waduriyatina kurota ayun;
Wajalna lil mutakina imama

Robana takobalmina; inaka antas sami’ul alim
Robana latuziq qulubana; ba da id hadaitana;
Wa hablana miladungka rohmah; inaka antal wahaab

Robana; atina; fidunya hansanah; wa fil akhiroti hasanah;
Wakina azaban nar.

Wa adhilna zannata maal abror; ya Azis ya Gofar ya Robal ‘Alamin.
Ina nas ‘aluka ridoka wal zannah; wa na’udubika min sahotika wanaar.

Subhana; robika robil izati amma yasifun; wasalamun alal mursalin; walhamdulillahi robil ‘alamin

Wabillahit taufik wal hidayah.
Wassalamu ‘Alaikum Wr. Wb. []GOOD INDONESIA


Like & Subscribe: Kanal Youtube GOOD TV


[INDONESIA’S LATEST REFERENCE NEWS AGENCY. Redaksi, Iklan, & Kerja Sama: 08111.67.8866 (WA). Email: goodindonesia01@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here